Indopolitika.com Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) janji tindaklanjuti kasus dugaan korupsi Migas yang diduga dilakukan oleh mantan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.

Dugaan korupsi Hatta tersebut, sebelumnya dilaporkan Organisasi Masyarakat Solidaritas Kerakyatan Khusus (SKK) Migas ke KPK.

“Ya, jadi setiap laporan yang diterima akan ditelaah lebih jauh,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Senin (23/6).

Dijelaskan Johan, proses telaah tersebut dilakukan untuk menguji kelengkapan dari laporan tersebut.

“Kalau tidak lengkap nanti akan disampaikan ke pihak yang sampaikan laporan lagi. Kalau lengkap tentu ditindaklanjuti dengan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket),” imbuhnya.

Sebelumnya, Organisasi masyarakat Solidaritas Kerakyatan Khusus (SKK) Migas melaporkan Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Komisi Pemberantasan Korupsi Senin (16/6/2014). Laporan tersebut terkait dugaan korupsi di sektor minyak dan gas.

“Kami melaporkan resmi temuan kami atas dugaan mafia Migas yang dilakukan mantan Menko Prekonomian Hatta Rajasa,” kata Direktur Pengolahan Ormas SKK Migas, Ferdinand Hutahayan di kantor KPK Jakarta.

Menurut Ferdinand, kebijakan pemerintah soal impor minyak di bawah kepemimpinan Hatta saat itu tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Sehingga diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 36 triliun per tahunnya.

Selain Hatta, ormas SKK Migas yang menggandeng Ormas Badan Pemerhati (BP) Migas juga melaporkan Bos Pertamina Trading Energy Ltd (Petral), Muhammad Riza Chalid ke KPK. Ferdinand menenggarai Muhammad Riza Chalid merupakan mafia migas. (ak/ind)