Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain menyoroti Suryadharma Ali yang masih berkecimpung di dunia politik. Padahal, yang bersangkutan kini sudah berstatus tersangka.

“Kami berharap kementerian atau lembaga ke depan punya kode etik dan pedoman perilaku yang memang akuntabel, yang nilai-nilai dasarnya itu jelas, diketahui publik. Dia (Suryadharma) kan pejabat publik, kemudian pedoman perilakunya itu harus jelas, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak,” kata Zulkarnain, Rabu 1 Oktober 2014.

Saat ini, Suryadharma memang masih aktif sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal ini sesuai dengan keputusan Mahkamah PPP.

KPK sudah menetapkan Suryadharma sebagai tersangka dugaan korupsi pelaksanaan ibadah haji tahun 2012-2013. Kapasitas Suryadharma adalah menteri agama.

Ketika ditanya kapan KPK menahan Suryadharma, Zulkarnain belum bisa memastikan. Salah satu hal yang menjadi penghambat adalah kasus-kasus lain yang harus ditangani oleh penyidik dan penyelidik KPK.

“Ini kan luas, sehingga memang itu memerlukan energi yang cukup besar,” katanya.

Sementara Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bambang Widjojanto, mengungkapkan KPK memang berkeinginan untuk menahan Suryadharma secepatnya. “Cuma enggak bisa ditekan besok harus selesai,” kata Bambang.

Bambang mengatakan hingga saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan Suryadharma. (vn/ind)