Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengatakan kampanye lewat alat peraga merupakan salah satu pilihan dari sekian banyak pilihan. Namun, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menilai kurang tepat apabila kandidat kepala dan daerah dan wakil kepala daerah hanya mengandalkan kampanye melalui alat peraga.

“Kami menginginkan paslon (pasangan calon) dan tim sukses banyak melakukan kampanye dialogis sehingga pesan-pesan substantif sampai ke masyarakat,” ujar Husni, di Jakarta, Jumat (18/9).

Menurut Husni, masih ada alat peraga yang belum selesai diproduksi dan terpasang di sejumlah daerah. Padahal, kata dia,  masa kampanye telah berlangsung.

“(Pengadaan alat peraga, red) tetap berjalan. Tapi yang perlu diingat kampanye banyak pilihan,” katanya.

Menurut Husni, dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, banyak tema yang harus disampaikan ke masyarakat. Diantaranya tema mengenai  visi kesejahteraan, pendidikan dan ekonomi harus disampaikan para kandidat ke masyarakat.

“Kalau hanya alat peraga, itu kan seberapa banyak yang bisa disampaikan dan seberapa efektif pula, jadi tidak tergantung pada itu,” ujar mMantan Komisioner KPUD Sumatera Barat ini ini.

Ditanya mengenai apa target dari alat peraga yang disediakan oleh KPU, menurut Husni, sebenarnya sebelum masa kampanye dimulai. Namun karena terdapat proses di mana materi alat peraga berasal dari pasangan calon, membuat akhirnya terdapat beberapa kendala di lapangan.

“Misalnya kalau mereka belum memberikan, bagaimana alat peraga mau diproduksi. Itu kan yang menjadi soal,” ujar Husni.(jp/ind)