Konfiderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Kepulauan Riau sepakat mendukung Sani-Nurdin dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kepri 2015. Dukungan itu dipastikan setelah pimpinan organisasi menjumpai H.Muhammad Sani dalam sebuah pertemuan di Sungai Panas, Batam, baru-baru ini.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) KSPSI Kepri Imanuel Purba mengatakan, banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya, mengenai komitmen HM Sani dalam mengangkat harkat dan martabat kaum buruh.

“Prinsipnya kita banyak diskusi. Termasuk mendalami visi beliau dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di Kepri,” katanya ketika dihubungi, Minggu (6/9).

Menurut Purba, selama memimpin Kepri Sani sudah memberikan cukup perhatian pada kehidupan buruh. Sani juga dinilai terbuka mendengarkan aspirasi dan tuntutan buruh sehingga kebijakannya jadi solusi bagi kepentingan bersama.

“Minimal saluran komunikasi tidak tersumbat. Kita bisa sharing soal kepentingan kita dan terpenting beliau mau mendengar dan mengakomudir,” terangnya.

Karena itu, ia berharap Sani dapat meneruskan kepemimpinannya hingga periode mendatang. Ia bersama dengan seluruh barisan pekerja/buruh yang berada di bawah naungan KSPSI akan mendukung upaya Sani untuk melanjutkan pembangunan. “Kami akan intruksikan KPSI Kota atau Kabupaten lain memilih Pak Sani,” tegas Purba.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan bergerak untuk Sani-Nurdin dengan melakukan sosialisasi melalui Pimpinan Unit Kerja (PUK) di setiap perusahaan. Hal itu dilakukan tidak lain adalah demi kepentingan buruh ke depan.

“Kita mau memilih pemimpin yang mengerti nasib kita, yang mau mendengar keluhan kita, yang mau berpihak pada kepentingan kita. Pak Sani-lah orangnya,” tandas Purba.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPPSI Kota Batam Setia Putra Tarigan menyatakan, selain menyangkut kepentingan buruh, dukungan terhadap Sani-Nurdin juga dilatari oleh pertimbangan karakter dan jejak rekam kandidat. Ia menilai, baik Sani maupun Nurdin sama-sama mengedepankan cara-cara yang arif dan lembut dalam menyelesaikan persoalan.

“Terutama Pak Sani, lebih menekankan dialog ketimbang cara-cara kasar. Beliau pemimpin tegas tapi membuat sejuk,” ungkapnya.

Ia mengemukakan, latar belakang Sani sebagai warga Melayu yang terdidik, sekolah di jurusan pemerintahan serta memulai karir dari bawah sebagi abdi masyarakat, membuatnya paham bagaimana memperlakukan rakyatnya. Ditambah lagi komitmen yang bersangkutan terhadap nilai-nilai ajaran agama. “Latar belakang inilah yang membuat kami mendukung Pak Sani,” tambah Setia.

Pihaknya bersama dengan perangkat organisasi buruh seperti Sarikat Pekerja Transportasi Darat (SPTD), Divisi Garmen dan Divisi Pariwisata siap mengantar HM Sani memimpin Kepri kembali. Ia juga akan melakukan sosialisasi melalui unit kegiatan di perusahaan-perusahaan.

Dalam pertemuan itu, mereka juga menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi buruh seperti masalah kompetensi dan sertifikasi. Sani pun bertekad mencarikan solusi terbaik sebagai tindakan aksi nyata menyelesaikan persoalan itu.

“Kita akan buat perencanaan matang yang kita yakini efektif menyelesaikan permasalahan buruh. Perencanaan itu harus betul-betul komprehensif, tidak sepotong-potong untuk kemudian dianggarkan dalam APBD,” kata Sani.

Sani tak menampik masih ada beberapa persoalan terkait buruh. Beberapa upaya yang dilakukannya ketika memimipin Kepri terutama dalam meningkatkan kesejahteraan buruh masih ada yang belum maksimal. Karenanya, ia berkomitmen menyelesaikan persoalan itu dengan tuntas serta memaksimalkan upaya yang sudah dilakukan sebelumnya.

Ia pun menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan. Baginya, aspirasi dan dukungan itu sangat berarti dan menjadi amanah bila nanti terpilih kembali sebagai gubernur Kepri.

“Saya masih tetap ingin mengabdi, termasuk bekerja mewujudkan kesejahteraan buruh,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu pengurus Konfiderasi Sarikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan tim sukses Sani-Nurdin. (ind)