Kuntum Khairu Basa calon wakil bupati Rembang membeberkan, dia merasa seperti sudah lama menyatu dengan Kab. Rembang. Karena kakek neneknya dan buyutnya berasal dari desa Trahan Kec. Sluke Rembang. Dan kini Kuntum menetap di desa Trahan bersama keluarganya.

Secara terpisah menurut Ki Suryo, Mantan Wasekjend DPP PAN di era Hatta Rajasa ini memiliki nama lengkap Raden Mapandji Sminingrat Kertharajasa Kusuma Wijaya Kuntum Khairu Basa. Gelar di depan namanya ini  diberikan oleh sesepuh Tengger Ki Suryo. Nama tersebut hasil keputusan resmi dari sesepuh Tengger (para sesepuh keturunan Majapahit di Malang) dan resmi di SK kan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Kab. Malang.

“Kuntum adalah keturunan Raja Majapahit Brawijaya V dan Putri Campa  melalui putranya yaitu Aditiyawarman atau yang sering dikenal dengan Arya Damar/Panji Anabrang yang pada saat itu mendapat tugas dari Majapahit menjadi Raja Agung di Sumatera. Kalau ditarik lagi ke silsilah, maka nenak moyang Kuntum lebih tua yaitu dari Kerajan Singosari. Maka itu Kuntum berhak mendapatkan Gelar Raden Mapandji bukan hanya Raden Pandji. Mapandji itu lebih tua secara nasab. Gelar yang diberikan ini adalah hak nya Kuntum, bukan sekedar gelar biasa”, tegas Ki Surya mantap.

Lebih lanjut Alumnus tahfidz Al Quran Ponpes Al Furqon Gebog Kudus ini mengungkapkan kalau sudah mantap maju, harus optimis.

“Rembang adalah jalur ekonomi strategis  pesisir pesisir utara laut Jawa, ini tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Rencana pembangunan pelabuhan international yang pernah di gagas dahulu saat Hatta Rajasa jadi menko perekonomian akan  di lanjutkan kembali rencana pembangunannya. Ini sekaligus mendukung visi maritim dan tol laut presiden Jokowi seperti tradisi leluhur dimasa lalu”, ujarnya.

Selain itu, Ketua tim kampanye pasangan Sunarto – Kuntum, Musyafak mengaku tidak risau terhadap latar belakang kandidat master ekonomi Islam UIN Jakarta ini.

Popularitas Kuntum sudah muncul, karena pada waktu Pemilu Legislatif 2014 lalu pernah maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). ” Kuntum mendapatkan suara tertinggi bahkan suara PAN sendiri jauh dibawah suara perolehannya. Mengenai elektabilitas atau ketertarikan warga untuk memilih, tentu adalah gabungan satu paket dengan calon bupati Sunarto, yang lama tinggal di desa Sumberejo – Rembang dan pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang”,tutupnya. (*/ind)