Indopolitika.com  Lagu Ahmad Dhani yang ditujukan sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan Prabowo-Hatta dengan judul ‘Prabowo-Hatta Indonesia Bangkit!!’ mendapat sorotan dari kalangan pengamat. Pasalnya, lagu yang digubah Ahmad Dhani dari  ‘We Will Rock You’ milik Queen tersebut dalam satu penggalan liriknya dianggap telah mengabaikan peranan pemerintahan SBY dalam pembangunan selama satu dekade terakhir.

Dalam lirik lagu tersebut, Ahmad Dhani menggambarkan seolah-olah Indonesia saat ini sedang “terpuruk”. Karena itu, ia membubuhkan pesan moral agar kondisi keterpurukan itu tak larut terlalu lama.

“Nah, itu kan ‘tamparan’ buat pemerintahan SBY. Tak mengakui keberhasilan SBY. Padahal Hatta Rajasa sendiri mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu I dan II,” kata pengamat politik Mugiono saat memandu diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/6).

Selain karena dalam pemerintahan SBY ada sosok Hatta Rajasa, ujarnya, saat ini mayoritas petinggi Partai Demokrat juga mendukung Prabowo. Sehingga, lirik lagu itu akan mengganggu soliditas dukungan mereka dalam memenangkan pertarungan Pilpres 9 Juli mendatang.

“Mungkin Ahmad Dhani gak ngerti logika fatsun politik juga peta politik. Ia terlalu jujur mengungkapkan isi hatinya,” terang Ketua Pilkada Watch ini.

Yang menjadi masalah, lanjutnya, kejadian semacam itu sudah pernah terjadi sebelumnya. Yakni, ketika Prabowo dalam dua debat kandidat secara tidak langsung menyerang pemerintahan SBY dengan mengungkap adanya kebocoran kekayaan negara.

“Itulah masalahnya. Terulang lagi kan dengan lagu itu. Itu pukulan telak seolah-olah disengaja,” tegasnya.

Dengan kejadian itu, ia menilai kubu Prabowo-Hatta kurang begitu kompak dalam menyampaikan materi kampanye. Semua tim pendukung seperti berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang cukup kuat.

“Kalau begini bisa-bisa ribut di dalam,” tandasnya. (ind)