Indopolitika.com Dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terus berdatangan. Kali ini, giliran kaum santri yang berasal dari berbagai daerah menyatakan dukungannya.

Para santri ini bersatu dalam Deklarasi Laskar Santri Nusantara yang digelar di Ponpes Al-Qudwah al-Muqoddasah, Jl. Kayu Tinggi, Cakung, Jaktim, Kamis (21/5). Ada 10 perwakilan pondok pesantren yang mengikrarkan diri mendukung Jokowi-JK.

“Dukungan yang kami lakukan ini dilandasi atas kepercayaan para santri dan pengasuh ponpes terhadap gaya dan karakter kepemimpinan Jokowi yang jujur, bekerja keras, sederhana yang dianggap sesuai dengan gaya kepemimpinan ala pesantren yang bersahaja dan egaliter,” tegas Ketua Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Mursyid di sela-sela acara.

DKN Laskar Santri Nusantara yang berpusat di ponpes tersebut melihat, sosok JK tepat mendampingi Jokowi. Apalagi  JK pernah menjadi Dewan Musytasyar PBNU dan  merupakan anak dari Haji Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan.

“Pasangan Jokowi-JK merupakan perpaduan dan kombinasi yang kami anggap sangat tepat sebagai perwakilan NU yang berusaha membangun bangsa ini di tengah carut marutnya krisis kepemimpinan,” terang Mursyid.

Pasangan tersebut, ujarnya, mewakili konfigurasi pemilih Indonesia yang  erat dengan dengan tradisi dan kultur pesantren. Menilik berbagai hal tadi, DKN Laskar Santri Nusantara berkomitmen menggerakkan jaringannya di 29 provinsi dan 313 kabupaten/kota se-Indonesia sebagai mesin politik pemenangan.

“Kami sangat yakin Jokowi-JK mampu menjadikan ajaran islam ahlussunah wal jamaah sebagai dasar pijakan dalam keberlangsungan hidup dan kepemimpinan NKRI,” urai Sekretaris DKN Laskar Santri Nusantara Abdul Wadud.

Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi yang datang melihat pendeklarasian organisasi menilai Jokowi-JK juga mencerminkan sosok santri. Selain santun, pasangan ini juga dianggap amanah.

“Ini pasangan yang sangat santri sekali dimana tercermin dalam sosok yang sangat santun dan kita yakin bahwa kepemimpinan mereka dalam mempimpin bangsa indonesia ini kedepan akan selalu dalam koridor ahlussunah wal jamaah,” kata Imam. (Ind/jp)