Sejarawan JJ Rizal mengaku percaya diri menjadi calon Wali Kota Depok. Namun, dia masih belum memiliki kendaraan politik untuk bertarung dalam Pilwalkot Depok 2015.

Rizal pun kini masih berembuk dengan tim pemenangannya yang terdiri dari para aktivis, pengamat, hingga budayawan. “Enggak punya kendaraan. Kita punya persoalan, yang terpenting kita sadari persoalan. Siapa yang menganggap ini sama-sama penting mari selesaikan persoalan. Entah partai, publik, yang penting urus Depok,” tegas Rizal di rumahnya, Beji Timur, Depok, Rabu (27/8/2014).

Dia menambahkan, saat ini dirinya sedang berkonsentrasi membuat jaringan terlebih dahulu, sebelum maju di bursa pencalonan. “Jangan sampai Depok ini menjadi kota yang jadi rendezvous saja. Tim kami ada Andrinof Chaniago, Ketua Wahid Institud Ahmad Suhaedi. Entah bagaimana mengapa nama saya yang keluar, apa lebih populer pun itu relatif? Tetapi setelah Tifatul muncul kan langsung semuanya muncul, dan saya ini sebagai kucing pemanggil bagi yang lain, akhirnya keluar juga Nurul Arifin,” paparnya.

Rizal juga mengklaim sudah mengantongi dukungan dari kalangan media sosial. Dia meyakini Pilwalkot Depok akan berlangsung seru bahkan efek kemenangan Jokowi di Pilpres akan berpengaruh besar. “Saat ini bukan sesuatu yang kaku, bukan pula tes pasar. Efek Jokowi ini masih besar, dendam dan perlawanan belum berakhir. Bahkan di media sosial ramai bahwa ini saatnya menghantam PKS di Depok. Saya memutuskan siap dan ajang fenomena serta pendidikan politik yang baru bagi saya. Saya tidak punya kendaraan, saya ibarat punya band bisa mengambil penyanyi cabutan siapa saja, kalaupun penyanyi di ajang ini, saya adalah top singer,” tutupnya. (oz/ind)