Indopolitika.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir temuan baru mengenai persaingan bakal capres-cawapres Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta menuju Pilpres 2014

Dalam survei yang dilakukan antara 1-9 Mei tersebut dipaparkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung memilih pasangan capres dan cawapres bukan dari program kerja yang ditawarkan, melainkan dari kepribadian masing-masing bakal calon.

Sebanyak 56,8% masyarakat mengatakan akan memilih presiden dan wakil presiden karena menyukai kepribadian bakal capres-cawapres, berbanding jauh dengan perolehan masyarakat karena menyukai program yang dicanangkan sebesar 35,8%.

Sisanya, sebagian kecil masyarakat akan memilih karena menyukai partai pendukung, atau tim sukses bakal kandidat dengan perolehan suara 6,4%. Sementara itu, yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 1%.

Menurut Peneliti LSI Ade Mulyana, hal tersebut dikarenakan kondisi pemilih indonesia yang masih didominasi golongan menengah ke bawah sehingga akses untuk mendapatkan visi dan misi tidak terlalu menjadi perhatian masyarakat.

“Masyarakat kita didominasi berpendidikan rendah, sehingga program kerja tidak menjadi perhatian dibandingkan citra atau kepribadian kandidat yang kerap ditonjolkan melalui media massa,” kata Ade.

Survei ini dilakukan dalam lingkup nasional dengan melibatkan 2400 responden yang diwawancara secara tatap muka. (Ind)