Indopolitika.com Tiga belas hari menjelang pelaksanaan pemilihan presiden, pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla masih berada di posisi teratas dengan tingkat dukungan 45 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat dukungan 38,7 persen.

Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada rentang waktu 1-9 Juni 2014. “Selisih kemenangan dua calon ini hanya 6,3 persen,” ujar peneliti LSI Fitri Hari dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Elektabilitas Prabowo, berdasarkan survei LSI, terus mendekati Jokowi. Pada bulan September 2013, elektabilitas Jokowi masih di angka 50,3 persen, sedangkan Prabowo hanya 11,1 persen. Bulan Maret 2013, LSI kembali menggelar survei, elektabilitas Jokowi turun menjadi 46,3 persen dan Prabowo meningkat dua kali lipat menjadi 22,1 persen.

Survei LSI pada awal Mei, elektabilitas Jokowi yang sudah dipasangkan dengan Jusuf Kalla masih juga turun sampai 35,42 persen. Sementara itu, elektabilitas Prabowo naik tipis menjadi 22,75 persen.

Menurut Fitri, naik dan turunnya elektabilitas kedua calon ini sangat dipengaruhi upaya kampanye positif dan kampanye negatif yang dilakukan keduanya. Kampanye positif yang dimaksud yakni dengan meningkatkan kualitas kandidat capres dan cawapres beserta program-programnya.

Di sisi lain, kampanye negatif adalah upaya membuka kekurangan lawan untuk menggerus elektabilitas. “Upaya upgrading dan downgrading ini yang diprediksi akan terus dilakukan tim sukses kedua kandidat pada sisa masa kampanye kali ini,” kata Fitri.

Adapun survei ini dilakukan pada 1-9 Juni 2014 dengan melibatkan 2.400 pemilih di 33 provinsi. Metode penelitian dijalankan secara standar dengan teknik multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Margin of error penelitian ini yakni dua persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui focus group discussion, in-depth interview, dan media analisis. (Ind/kps)