Loloskan Prabowo Jadi Capres, Gerakan Melawan Lupa PTUN kan KPU

Gerakan Melawan Lupa yang terdiri dari KontraS, Setara Institute, Imparsial, dan PBHI mengajukan gugatan hukum terhadap KPU melalui Pengadilan Tata Usaha Negara


Indopolitika.com   Koalisi Gerakan Melawan Lupa mengajukan gugatan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), hari ini (25/6/2014). Gugatan diajukan karena KPU telah meloloskan Prabowo Subianto sebagai calon presiden Pilpres 2014.

“Hari ini, kami atas Gerakan Melawan Lupa yang terdiri dari KontraS, Setara Institute, Imparsial, dan PBHI mengajukan gugatan hukum terhadap KPU melalui Pengadilan Tata Usaha Negara,” kata Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta, Rabu (23/06/2014).

Keputusan KPU meloloskan Prabowo sebagai capres dinilai telah melanggar hukum, karena bertentangan dengan undang-undang dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Menurut Haris, KPU tidak melibatkan masyarakat untuk memberikan pertimbangan terkait bakal pasangan capres dan cawapres sesuai dengan peraturan KPU Nomor 15 tahun 2014.

“Kita sudah memberikan masukan secara langsung, lisan, dan tertulis kepada ketua KPU pada 14 Maret 2014,” lanjutnya.

Menurut Haris, seseorang yang masih terlibat dalam suatu perkara atau kejahatan tidak dapat menjadi capres. Ia mengaku kecewa terhadap keputusan KPU yang telah meloloskan Prabowo menjadi capres. (jc/mt/ind)

Next post Wiranto: Kalau Ada yang Tidak Sesuai, Prabowo Bisa Langsung Bicara dengan Saya

Previous post Ahmad Dhani: Jadi Saya Pernah di Anggap Zionis dan Juga di Anggap Fasis

Related Posts