Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung pembudayaan minum jamu di lingkungan kementerian yang dipimpinnya karena minuman herbal tersebut merupakan aset bangsa dengan manfaat kesehatan yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Sebagai bangsa besar kita dukung jamu sebagai milik kita, yang memiliki kewajiban menjaga adalah kita sendiri dan kami menyambut baik kampanye untuk gemar minum jamu,” kata Lukman saat acara kampanye budaya minum jamu di kantornya, di Jakarta, Jumat.

Menag mengatakan pihaknya dan masyarakat Indonesia mempunyai kewajiban untuk menjaga jamu sebagai khasanah Nusantara yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Al-aqlussalim fi jismissalim (akal yang sehat terdapat di dalam jasmani yang sehat). Jamu erat kaitannya dengan kesehatan, sehat jasmani juga rohani,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan keberhasilan kampanye jamu sebagai bagian produk unggulan tradisional memicu jamu menjadi produk unggulan Indonesia.

Bagi Rahmat, jamu dipromosikan sebagai produk ungulan karena merupakan minuman kesehatan tradisional yang memiliki nilai tambah.

“Saya sangat mendorong jamu sebagai produk unggulan. Bahannya tidak hanya ada dan mudah ditemukan tapi juga bisa memberdayakan petani dan memberikan nilai tambah. Jamu tidak hanya jadi monopoli pengusaha tapi juga masyarakat,” kata Rahmat.

Menurut dia, jamu akan menjadi produk unggulan yang bisa ditawarkan saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan.

Kampanye budaya minum jamu di Kemenag sendiri ditandai dengan minum jamu bersama dan penandatanganan kampanye budaya minum jamu di atas kanvas oleh para pejabat pemerintah, Puteri Indonesia 2015, Puteri Indonesia Lingkungan 2015 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2015 dan dilanjutkan dengan senam bersama. (ant)