Ketua Koordinator Bidang Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaja Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Andi Yuliani Paris, menekankan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjadi agen perubahan dalam berdemokrasi, khususnya dalam memilih pemimpin di tingkat daerah maupun pusat. Demikian ditegaskannya di hadapan 200 Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Puangrimaggalatung atau yang lebih dikenal dengan STKIP Prima, Sengkang, Sulawesi Selatan.

“Saya mengajak para mahasiswa untuk membantu menyadarkan masyarakat bahwa demokrasi itu hanya tujuan antara, bukan tujuan akhir. Bahwa tujuan akhirnya adalah mensejahterakan masyarakat. Oleh karenanya, mahasiswa sebagai agen of change, harus bisa mengajarkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang betul-betul mengerti fungsinya, tidak memilih berdasarkan pemberiannya,” kata Andi Yuliani Paris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/3).

Selain menekankan konsep agen perubahan, Andi Yuliani juga menjelaskan pentingnya pembentukan moral dan integritas. Menurutnya, masih banyak suara masyarakat yang dengan begitu mudahnya didapatkan dalam pelaksanaan kontes demokrasi atau pemilihan kepala daerah maupun pusat.

Beberapa kalangan masyarakat mudah terpengaruh karena pemberian dari para peserta pemilu sehingga mereka tidak memilih berdasarkan kapabilitas peserta. Selain itu, kurangnya sosialisasi tugas dan fungsi DPR dalam kampanye mengakibatkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang peran DPR.

“Untuk itu, mahasiswa harus berperan serta di dalam mensosialisasikan beberapa perundang-undangan yang dibuat DPR, dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang tugas dan fungsi lembaga legislatif,” kata perempuan yang juga Anggota Komisi VII DPR RI tersebut.

Kepada mahasiswa yang hadir, ia menghimbau agar mereka menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi. Bahkan, dirinya berharap nantinya mereka mampu mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari pelaksana eksekutif maupun legislatif. Terlebih lagi, hasil proyeksi penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh usia produktif.

“Kita harapkan nantinya mereka dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin. Bukan hanya sekedar lulus mencari pekerjaan tetapi nantinya mampu menjadi pemimpin di tengah- tengah masyarakat,” tandas Andi. (L/R02/P1)