Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Cilegon, Banten, akan digelar 2015 mendatang. Persaingan politik di kota baja itu diprediksi bakal memanas. Tidak berlebihan, jika Pemilukada Kota Cilegon banyak yang menyebut akan menjadi ajang pertarungan kubu konservatif melawan kubu progresif, pertarungan kubu lama dengan kubu baru. Kubu yang dianggp tidak bersih bertarung dengan kubu yang dianggap bersih. Diantara penantang yang sangat potensial diterima rakyat Cilegon adalah Helldy Agustian.

Helldy Agustian adalah sosok yang siap tampil dalam percaturan Pemilukada Kota Cilegon. Menilik dari latar belakang keluarga, Heldy masih keturunan Ki Arsyad Thowil. Mungkin, masyarakat Cilegon sendiri masih banyak yang sedikit tahu tentang Ki Arsyad Thowil. Dalam buku Sartono Kartodirjo “Pemberontakan Petani Banten 1888”, dapat dilihat bahwa Ki Arsyad Thowil adalah rekan seperjuangan Ki Wasid dalam pemberontakan Cilegon 1888 melawan Penjajah Belanda. Pasca pemberontakan Cilegon 1888, Ki Arsyad Thowil ditangkap Belanda, di buang ke Sulawesi hingga ahir hayatnya.

Gairah perlawanan tampaknya mengalir juga dalam darah Heldy Agustian. Ketua Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) pada tahun 2010 lalu menempuh jalur independen untuk maju di Pemilukada Kota Cilegon. Namun saat itu, Heldy kesulitan mencari “kendaraan” politik. Tak ada partai politik yang mendukungnya, Heldy maju melalui Jalur Independen.

Rencananya, di Pemilukada Kota cilegon 2015, Branch Manager Tunas Toyota Cilegon itu akan mencalonkan diri kembali. Namun, sepertinya Helldy akan mencalonkan melalui jalur partai politik. Sejumlah partai politik di Cilegon juga siap mengusung Helldy. Diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Helldy Agustian saat dikonfirmasi masih melakukan sikap irit berkomentar. Meski demikian, dia menyatakan siap maju sebagai calon walikota bila masyarakat menghendaki dirinya.

“Nanti lah kan masih jauh, tahapannya saja belum dilaksanakan. Intinya saya siap-siap saja kalau masyarakat menghendaki,” ujar Helldy. (*)