Pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dinilai sudah mempunyai dua modal kuat untuk maju di Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dua modal kuat tersebut yakni prestasi dan popularitas. Demkian penjelasan Abdul Latif dalam tulisannya di salah satu satu citizen media ternama dengan judul “Membedah Pilkada Tangsel, Siapa Juaranya?”.

“Jika Airin sukses mengkonversi keduanya menjadi elektabilitas tinggi maka dipastikan Airin adalah juara Pilkada Tangsel,” kata Abdul Latif yang juga penulis buku Kuliah Gratis ke Luar Negeri itu.

Meskipun merupakan wilayah pemekaran yang baru terbentuk, tapi torehan prestasi Tangsel di tingkat nasional sangat gemilang.

“Prestasi Tangsel dan Airin bagaikan sebuah keping mata uang yang tak terpisahkan,” tulisnya lagi.

Namun demikian, dijelaskan Abdul Latif yang merupakan warga Tangsel itu, ada hambatan besar yang menghadang Airin terkait kasus korupsi yang membelit “Dinasti Ratu Atut”.

“Meskipun belum terindikasi terlibat dalam kasus korupsi yang membelit “Dinasti Ratu Atut”, tapi dapat dipastikan lawan-lawan politik Airin akan menggunakan isu korupsi keluarganya sebagai senjata pamungkas untuk menggerus dan menggembosi suara Airin,” bebernya.

Dalam tulisannya, Abdul Latif juga membandingkan parpol pengusung Airin-Benyamin, Arsid-Elvier, dan Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra. Jika dilihat dari jumlah dukungan parpol pengusungnya, lanjut Abdul Latif, maka pasangan Airin-Benyamin sudah mengantongi 50% suara, Arsid-Elvier 30% suara, dan Ihsan Modjo-Alin 20% suara.

Dia pun memprediksikan, secara umum Pilkada Tangsel tahun 2015 ini akan berlangsung ketat dan menegangkan. Dengan adanya 3 kandidat maka dapat dipastikan bahwa Pilkada Tangsel tahun 2015 hanya berlangsung satu putaran. Namun, bagi Abdul Latif, yang paling menarik adalah terulangnya “duel el clasico” antara Airin vs Arsid.

“Pada Pilkada Tangsel 2010 lalu Airin vs Arsid pernah bertarung. Pertarungan saat itu sangat seru dan menegangkan karena perbedaan suara yang sangat tipis,” jelasnya. (ind)