Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menutupi keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidik (SP3) terhadap Setya Novanto dan menelantarkan status tersangka Tanri Abeng, dalam perkara dugaan korupsi Cesie Bank Bali selama 11 tahun.

Terkait kasus itu, Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) telah ajukan gugatan Praperadilan kepada Kejagung dalam penanganan perkara korupsi Cesie Bank Bali yang telah vonis bersalah Sahril Sabirin, Djoko Candra dan Pande Lubis.

Namun masih menyisakan tersangka Setya Novanto dan Tanri Abeng yang belum diproses ke pengadilan.

Demikian disampaikan Koordinator MAKI, Boyamin Saiman melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/1).

“Rekor Kejaksaan Agung tutupi SP3 Setya Novanto dan telantarkan status Tersangka Tanri Abeng dalam perkara dugaan korupsi Cesie Bank Bali selama 11 tahun,” kata Boyamin.

Boyamin mengungkapkan, persidangan Praperadilan telah dilaksanakan di PN Jakarta Selatan pada Rabu (7/1) kemarin, dengan hakim tunggal Suwandi, SH.MH.

“Pada hari Kamis (8/1), Kejagung telah jawab gugatan intinya untuk tersangka Setya Novanto,” ujar Boyamin.

Dalam jawaban gugatan praperadilan, Kejagung telah menerbitkan SP3 untuk Setya Novanto pada tanggal 18 Juni 2003 dengan Nomor : Prin-35/F/F.2.1/06/2003. “Dan untuk Tanri Abeng belum pernah diberi SP3,” lanjut Boyamin.

Atas terkuaknya SP3 mulai tahun 2003 pada sidang kemarin, kata Boyamin, artinya Kejagung telah menutupi SP3 selama 11 tahun. Karena selama ini Kejagung tidak pernah terbuka telah ada SP3. Sementara Tanri Abeng juga telah ditelantarkan menjadi tersangka tanpa proses sidang pengadilan selama 11 tahun juga.

Sementara tersangka lainnya seperti Sahril Sabirin, Pande Lubis dan Djoko Candra telah divonis bersalah tahun 2009, setelah melalui proses sidang sampai dengan Kasasi dan PK.

“Artinya SP3 tahun 2003 telah mendahului vonis tersangka lain tahun 2009. Untuk itu mestinya SP3 Setya Novanto dibuka kembali setelah yang lain divonis bersalah. Karena sejak awal kelima orang tersebut didakwa secara bersama-sama dan berlanjut melakukan korupsi,” terang Boyamin.

Bahkan dalam putusan PK Sahril sabirin dan putusan Kasasi Pande Lubis telah disebut dalam pertimbangan hakim menyatakan Setya Novanto dan Tanri Abeng bersama-sama dan berlanjut melakukan korupsi.

“Untuk itu mestinya SP3 Setya Novanto dibuka kembali dan Tanri Abeng dibawa ke pengadilan,” kata Boyamin.

Boyamin menambahkan, untuk memperkuat gugatan Praperadilan, MAKI hari ini menyerahkan bukti salinan putusan Sahril Sabirin, Pande Lubis dan Djoko Candra yang menyebut dugaan keterlibatan Setya Novanto dan Tanri Abeng.

“Dengan harapan, hakim akan kabulkan gugatan Praperadilan yang diajukan MAKI,” pungkas Boyamin. (skl/ind)