Indopolitika.com – Nusron Wahid, Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor, memaparkan makna filosofis dibalik nama Jokowi berdasarkan bahasa santri yang salah satunya disebut dia bermakna “kekuatan”.

Menurut Nusron, Jokowi bisa disebut juga “Jakawi” di mana “Ja” berarti “kedatangan”, sementara “Kowi” berarti “kekuatan”.

“Sekarang ini telah datang kekuatan bersama santri Nahdliyin. Pilpres ini seperti penumpang mau naik bus. Sedangkan capresnya ibarat supir, sementara cawapres adalah kernetnya,” kata dia dalam pembukaan Forum Koordinasi GP Anshor Yogyakarta di Pondok Pesantren Pandanaran.

“Ada pun tim sukses adalah calo penumpang yang ada di terminal. Calo itulah yang berusaha menaikkan penumpang sebanyak-banyaknya ke dalam bus yang dibawa supir,” sambung Nusron.

Menanggapi soal ini, Jokowi mengaku tidak bisa berbicara banyak, terutama terkait pemaparan visi dan misinya guna menarik simpati santri dan masyarakat yang hadir pada acara itu.

“Yang jelas saya saat ini belum boleh ngajak Anda sekalian pilih nomor dua karena nanti saya disemprit Panwaslu. Dan siapa bilang saya ini lembek? saya petarung,” kata Jokowi. (Ant/ind)