Pemerintah Indonesia menyatakan ikut belasungkawa atas meninggalnya Perdana Menteri (PM) Australia ke-22 Malcolm Fraser, demikian siaran pers Kementerian Luar Negeri, Sabtu.

Bagi Pemerintah Indonesia, mendiang Malcolm Fraser merupakan tokoh negarawan yang telah menjadi suri teladan dalam penerapan nilai-nilai multilateralisme, demokrasi, dan kesetaraan.

Sosok Malcolm Fraser juga dikenang atas dukungannya terhadap negara-negara Asia Tenggara dalam ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ia pertama kali masuk parlemen Australia tahun 1955 sebagai anggota parlemen termuda, menjadi perdana menteri periode 1975-1983 dan kemudian dikenal sebagai politisi besar Australia. (Ant)