Indopolitika.com   Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Andre Rosiade menyatakan bahwa calon presiden (capres) Prabowo Subianto berkomitmen menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). Karenanya, jika terpilih pada pemilu presiden (pilpres) mendatang, capres nomor urut 1 itu akan membongkar kasus pelanggaran HAM yang masih terbengkalai.

Mantan aktivis yang kini menjadi pendukung setia Prabowo itu mengatakan, salah satu yang akan dibongkar mantan Danjen Kopassus itu adalah pembunuhan aktivis HAM kawakan, Munir. Sebab, meski pelaku pembunuhan atas pendiri KontraS itu sudah diadili, namun otaknya belum terungkap.

“Kasus ini terjadi zaman Presiden Megawati dan Kepala BIN-nya Hendropriyono. Pak Prabowo akan ungkap siapa pelakunya nanti,” ujar Andre di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (23/6).

Ia juga menyebut insiden Talangsari, Lampung yang terjadi tahun 1989 akan ikut diungkap. Kasus ini juga melibatkan Hendropriyono yang saat itu menjabat sebagai Danrem 043 Garuda Hitam Lampung.

Lebih lanjut Andre menjelaskan, tujuan utama Prabowo membongkar kasus pelanggaran HAM bukan untuk menghukum para pelaku. Menurutnya, yang terpenting adalah meluruskan sejarah yang selama ini masih gelap. “Sehingga nantinya dapat terjadi rekonsiliasi,” tandasnya. (jp/ind)