Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar, mengatakan pentingnya mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki desa, guna mewujudkan Desa Mandiri sehingga masyarakat desa lebih sejahtera. Hal ini akan menekan laju arus urbanisasi yang semakin menjadi-jadi.

Untuk mewujudkan Desa mandiri, terang Menteri Marwan Jafar, pemerintah akan melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memfasilitasi para petani di desa dengan keterampilan-keterampilan yang mampu menopang pengembangan usaha bernilai ekonomis tinggi.

“Jika desa mampu mandiri, masyarakat desa akan menjadi sejahtera, ini akan menekan laju arus urbanisasi,” jelas Marwan Jafar di Jakarta, Sabtu, (24/1/2015).

Selain melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terpadu, pemerintah juga akan mengembangkan peternakan terpadu. Dengan memadukan pengembangan pertanian dan peternakan, imbuh Marwan, tentunya akan menguntungkan masyarakat desa. Dia mencontohkan, dalam penerapan peternakan terpadu bukan hanya dagingnya saja yang mempunyai nilai jual, tetapi juga dari kotorannya yang bisa diolah menjadi kompos sebagai alternatif pupuk pabrik.

“Desa akan lebih produktif jika benar-benar dikelola dengan baik. Kalau di desa bisa sejahtera, untuk apa ke kota,” imbuh Marwan.

Yang tak kalah penting, Marwan Jafar menerangkan, adalah penguatan sumber daya manusia di desa. Kedepan, Kemendes PDTT akan melakukan program beasiswa bagi pemuda desa yang berprestasi untuk menimba ilmu di Taiwan.

“Program ini sangat berguna bagi penguatan sumber daya manusia di desa. Syaratnya setelah lulus harus pulang ke desanya,” tegas Marwan jafar.

Marwan Jafar berharap setelah lulus nanti, para pemuda desa itu bisa mempraktekan ilmunya untuk menghidupkan perekonomian di desa.

“Bayangkan jika SDM masyarakat desa bagus, tentu daerah itu bergairah dan bergerak ekonominya,” tutup Marwan. (ind)