Purwakarta – Hingga, Kamis pukul 02.30 dini hari, Kamis (11/1). Ratusan massa dari bakal pasangan calon Rustandie-Dikdik masih belum beranjak dari kantor KPU Purwakarta, di Jalan Flamboyan.

Pasalnya, KPU tidak bisa menerima berkas pendaftaran yang diserahkan oleh pasangan calon yang diusung oleh Partai Gerindra dan Hanura tersebut.

Penyelenggara Pilkada beralasan, usungan dari Partai Hanura dianggap memindahkan dukungan dari pasangan calon yang lebih dulu mendaftar dan memenuhi syarat pendaftaran. Hanura, sebelumnya telah mendaftarkan pasangan Anne Ratna Mustika dan Aming.

Dari awal KPU berpatokan pada PKPU Nomor 3 Tahun 2017  tentang pencalonan pada Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot, Pasal 56 yang berbunyi; partai politik atau gabungan partai politik tidak dapat memindahkan dukungannya, kepada bapaslon lain yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan dan atau syarat calon.

Sekitat pukul 03.00 sempat terjadi kericuhan yang dipicu oleh perdebatan kedua pihak, sejumlah masa diamankan pihak kepolisian. Untuk menjaga kondisfitas, akhirnya Kapolres Purwakarta, AKBP Dedy Tabrani membubarkan acara tersebut