Ormas Islam Mathla’ul Anwar yang kini sudah berusia satu abad dan memiliki perwakilan pada lebih dari 20 provinsi menegaskan tidak akan masuk ke wilayah politik, melainkan terus konsisten bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

“Kami akan konsisten di jalur pendidikan, dakwah, dan sosial demi kemajuan umat,” kata Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Mohammad Zen kepada pers di Jakarta, Rabu.

Menurut Zen, penegasan konsistensi sikap Ormas tersebut juga dikemukakan oleh Ketua Majlis Amanah Mathlaul Anwar yang juga staf khusus Presiden RI bidang Komunikasi Politik KH Irsjad Djuwaeli pada Musyawarah Wilayah (Muswil) V Mathla’ul Anwar, 11-12 Maret 2016 Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada kesempatan itu Irsjad menyatakan Mathlaul Anwar dalam usianya yang sudah mencapai satu abad (100 tahun) akan konsisten bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Ia juga menyatakan bersyukur peringatan satu abad ormas itu pada Agustus 2015 di Pandeglang, Banten, dapat dihadiri Presiden Jokowi.

“Tidak mudah merawat organisasi hingga memasuki usia seratus tahun. Banyak organisasi yang berguguran sebelum memasuki usia satu abad,” katanya sebagaimana dikutip Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PBMA Mohammad Zen.

Zen juga menjelaskan, dalam Muswil Mathlaul Anwar di Pontianak, Pelaksana Tugas Ketua PWMA Kalimantan Barat Ir Jamaluddin menyampaikan bahwa Muswil tersebut diikuti oleh perwakilan Mathlaul Anwar dari sembilan kabupaten/kota se-Kalbar.

Mathla’ul Anwar mulai berkembang di Kalbar sejak 1988 dan saat ini mengelola beberapa lembaga pendidikan di Kota Pontianak, Mempawah, Ambawang, dan sekitarnya. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Kota Pontianak yang mengelola satuan pendidikan TK, MTs dan Aliyah.

Saat ini jumlah santrinya mencapai lebih dari 300 orang dan semuanya bermukim di pesantren. Pesantren tersebut juga dikenal memiliki banyak prestasi, baik prestasi akademik maupun nonakademik, di antaranya juara festival shalawat, qiraatul kutub, lomba pidato dan lomba sains antar madrasah se-Provinsi Kalbar.

Selain itu, Pengurus Wilayah setempat juga sedang membangun komplek pendidikan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran di Desa Durian, Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada lahan seluas satu hektar. Saat ini proses pembangunan sedang berlangsung dengan dukungan dana donatur dari Arab Saudi.

Zen menambahkan, pada Muswil Mathla’ul Anwar di Pontianak, Kepala Biro Kessos Kalbar Mahmuda yang menyampaikan sambutan mengemukakan, Pemerintah Kalbar mengucapkan terima kasih atas peran serta Mathlaul Anwar dalam turut membangun masyarakat Kalbar.

Selanjutnya Pemerintah Provinsi Kalbar menyampaikan agar ormas tersebut mampu memilih kader yang berdedikasi tinggi dan amanah, dapat merumuskan program kerja yang berwawasan agama, bisa bekerjasama dengan ormas lainnya dalam semangat persatuan, dan mampu membangun SDM yang religius. (ant)