Fahri Hamzah dan PKS menjalani proses mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) hari ini. Seperti diketahui, Fahri Hamzah menggugat PKS atas keputusan pemecatan dari segala jenjang organisasi terhadap dirinya. Majelis hakim PN Jaksel, pekan lalu, memutuskan agar kedua kubu menjalani mediasi selama 30 hari.

Presiden PKS Sohibul Iman dan dua pimpinan lembaga PKS tak hadir dalam mediasi bersama Fahri Hamzah. Mediasi dilakukan terkait gugatan Fahri kepada petinggi PKS soal pemecatannya dari segala keanggotaan partai.

“Ketua BPDO Pak Abdul Muiz tidak datang, Ketua Majelis Tahkim Pak Hidayat tidak datang, dan ketiga Presiden Partai Pak Sohibul Iman itu juga tidak datang,” ungkap Fahri usai mediasi di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2016).

Pihak tergugat dalam perkara ini, selain 3 orang tersebut adalah anggota Majelis Tahkim Surahman Hidayat dan Abdi Sumaithi. Mediasi hanya dihadiri oleh Abdi dan tim hukum DPP PKS.

“Yang mengganti adalah anggota Majelis Tahkim yang sebetulnya tidak menandatangani surat keputusan pemecatan. Tapi beliau yang muncul,” kata Fahri.

Wakil Ketua DPR itu mengaku kecewa karena ketidakhadiran tiga pimpinan lembaga di PKS yang digugatnya. Ketidakhadiran Sohibul, Hidayat Nur Wahid, Surahman, dan Abdul Muiz disebut karena tugas. Baik dari agenda dewan, maupun tugas dari partai.

“Bukan cuma saya (yang tidak puas), tapi hakim mediator pun mengatakan harusnya ada itikad baik untuk datang semuanya. Saya juga anggota DPR dan saya juga ditunggu oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu,” ujar Fahri.

“Bupatinya sudah kontak saya, tapi saya minta maaf karena ada panggilan. Dan menurut saya itu bisa dijadwalkan kembali dan saya datang hari ini,” lanjut wakil rakyat dari Dapil NTB tersebut.

Ketika bertemu dengan Abdi, Fahri mengaku tak ada pembicaraan khusus. Ia juga mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Abdi, apalagi Abdi tidak ikut menandatangani surat pemecatannya dari PKS.

“Biasa saja. Kita saling kenal, saya ini sebelum era partai juga sudah saling kenal, beliau ini mentor saya yang memberikan banyak ilmu kepada saya. Bahkan dalam hal ini beliau tidak tanda tangan dalam surat keputusan saya,” tutur Fahri.

“Tidak ada persoalan pribadi dalam hal ini. Yang saya gugat di sini adalah orang, bukan lembaga,” sambungnya.

Dari pihak tergugat pun menurut Fahri tidak banyak menyampaikan penjelasan. Termasuk Abdi dalam pertemuan kali ini.

“Ya tidak ada. Karena ini kan persoalan Kompleks ya. Jadi tunggu, seperti dikatakan lawyer harus ada rapat Partai, ya susah lah. Sehingga saya serahkan kepada mahkamah negara,” beber Fahri.

Sementara itu Ketua Departemen Bidang Hukum DPP PKS Zainudin Paru mengatakan ketidakhadiran Sohibul dan pihak tergugat lainnya sudah disampaikan dalam mediasi, di antaranya soal kegiatan di dapil masing-masing. Pihaknya juga melampirkan bukti untuk melengkapi permohonan izin absennya Sohibul, Hidayat, Surahman, dan Abdul Muiz.

“Tidak ada masalah, tadi menyampaikan bukti alasan ketidakhadiran. Senin depan kami ketemu lagi di sini bawa proposal mediasi dilanjutkan atau tidak,” terang Zainudin di lokasi yang sama.

Zainudin pun menyebut dalam mediasi pihaknya belum menyampaikan apa-apa. Sebab agenda hari ini dijadwalkan untuk mendengarkan penjelasan pengugat.

“Kami hanya mendengar Pak Fahri selaku penggungat menyampaikan keinginan proses perkara lebih cepat lebih baik. Kalau mediator berjalan kami siap menerima hasil mediasi, kalau berlanjut siap dengan alat bukti di persidangan nanti,” ucapnya.

“Artinya mediasi berjalan, persidangan juga berjalan,” tambah Zainudin mengakhiri. (dtk)