Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewanti-wanti seluruh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk selalu ingat dengan posisinya sebagai PNS yang harus netral dalam Pilkada Serentak, 9 Desember 2015 mendatang.

“Netralitas PNS harus dijunjung tinggi Satpol PP. Junjung tinggi kehormatan Satpol PP. Ini perlu saya ingatkan. Jangan ada yang berpihak dan mempengruhi rakyat untuk mendukung salah satu pasangan calon pada Pilkada Serentak 9 Desember mendatang,” kata Tjahjo dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara Jambore Nasional Satpol PP di Jakabaring Sport Center, Palembang, Jumat (9/10) pagi ini.

Bila anggota Satpol PP ingin menghadiri kampanye salah satu pasangan calon, maka dia harus melepas seragam, dan melepas fasilitas negara. Dan hadir sebagai rakyat biasa, sebagai pemilik hak pilih dalam Pilkada Serentak.

Menurut Tjahjo agar dapat berperan penuh dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak, maka dia meminta pimpinan Satpol PP di Provinsi dan Kabupaten-Kota untuk tidak mengijinkan anggota Satpol PP untuk libur, pada 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah 9 Desember 2015.

“Tujuh hari sebelum 9 Desember 2015 dan tujuh hari setelahnya, jangan ada yang diijinkan cuti kecuali anggota Satpol PP itu benar-benar sakit. Ini karena tugas vital mengamankan kantor-kantor pemerintahan harus sukses dilakukan seluruh jajaran Satpol PP. Juga agar bisa melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan pada pelaksanaan Pilkada Serentak,” kata Tjahjo yang lulusan FH Undip tersebut. (SM).