Palembang – Bakal calon walikota Palembang H. Mularis Djahri hadir dalam diskusi terbatas yang digelar Forum Pemerhati Pilkada Palembang. Diskusi yang membahas seputar pilkada dan program para kandidat ini digelar untuk mensosialisasikan program kerja para kontestan. Pada kesempatan pertama Ketua DPD Hanura Sumsel ini menjadi tokoh pertama yang dibedah programnya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat itu, Mularis mengurai peta masalah di Kota Palembang. Menurutnya masalah yang cukup kompleks terjadi di hampir semua bidang, salah satunya adalah masalah infrastruktur dan fasilitas umum termasuk didalamnya soal penambahan jembatan Sungai Musi.

“Palembang adalah ibu kota  Sumsel, apalagi disini, atas inisiatif Pak Gubernur, banyak digelar event-event internasional. Tentu jangan sampai kita malu karena banyak sarana yang tak memadai. Jalan yang berlubang, rusak. Drainase yang mampet dan banyak yang tak layak. Soal keamanan dan kenyamanan warga, soal permukiman dan kebersihan kota juga soal macet yang membuat stress dan banjir yang selalu berulang,” ujarnya.

Karenanya Mularis menekankan pentingnya penataan kota secara integratif. Skala prioritas akan dirumuskan secara partisipatif yang sesungguhnya, bukan sepertinya partisipatif, dan yang paling penting untuk mendapat perhatian adalah soal penataan sistem transportasi dan pengairan. “Jalan, jembatan dan drainase itu prioritas.  Jalan lingkungan dan kanal harus diperhatikan betul penataannya. Yang rusak harus direhab, yang tak berfungsi harus dibangun,” ujarnya.

Selanjutnya adalah soal keamanan dan kenyamanan warga. Mularis menyebutnya sebagai persoalan kesejahteraan. “Saya ingat belum lama bertemu seorang Ustadz, ia menyatakan ada ayat yang membahas soal tugas pemerintah yaitu menjamin rakyatnya bebas dari kelaparan dan menjamin mereka bebas dari teror dan ketakutan. Itu berarti penting pemerintah menjamin keamanan dan kesejahteraan warganya,” ujarnya panjang lebar.

Menutup pembahasannya Mularis menjamin akan memperbaiki layanan pemerintah dengan layanan pintar berbasis terknologi informasi. Kota akan ditata secara profesional dengan sistem manajemen yang rapi, terintegrasi dan berbasis kontrol. “Smart city adalah keharusan, bukan pilihan. Inilah yang saya sebut Palembang Baru, yaitu Palembang yang maju di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan rakyatnya sejahtera secara ekonomi dan bahagia. Semua ada alat ukurnya itu, ada IPM, indeks kebahagiaan dan seterusnya, semua terukur,” tutupnya. (Fied)