Menteri Perindustrian, Saleh Husin, menegaskan, kerja sama antara Proton dengan perusahaan milik A.M Hendropriyono yaitu PT Adiperkasa Citra Lestari, murni urusan bisnis. Proton sedang menjajaki investasi baru di Indonesia.

Saleh juga mengatakan, Memorandum of Understainding (MoU) yang dilakukan kedua perusahaan tersebut, merupakan bentuk komitmen investasi.

Dia menambahkan, MoU tersebut bakal ditindaklanjuti dengan pembuatan studi kelayakan (feasibility study/FS)

“Siapa yang bilang buat mobil nasional (mobnas)? Setiap orang yang mau usaha termasuk mau investasi tentu pasti membuat FS apakah usahanya layak atau tidak termasuk dalam hal Proton,” ujar Saleh.

Studi kelayakan itu, lanjut Saleh ditargetkan selesai enam bulan ke depan dan tidak menggunakan dana APBN, namun kerja sama dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Jadi sekali lagi itu murni privat to privat,” tambahnya.

Saleh juga  belum bisa menyampaikan, investasi baru apa yang akan dilakukan. Pasalnya belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal ini.

“(Bikin pabrik) ya mungkin, nanti kita lihat setelah mereka ke Kemenperin,” ujarnya.

Sebagai informasi, penjualan mobil asal negeri jiran tersebut sudah dilakukan di Indonesia sejak 2007, melalui PT Proton Edar Indonesia. Pada 2014 Proton telah memiliki 16 outlet penjualan dan 26 outlet pelayanan yang tersebar di beberapa wilayah.

Seperti diketahui, penandatanganan nota kesepahaman antara Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari dilakukan di Malaysia, Jumat lalu. Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Pimpinan Proton Mahathir Mohammad dan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Abdul Razak. (vc/ind)