Palembang – Calon Wali Kota Palembang Mularis Djahri mengatakan dalam menyambut hari ozon sedunia diperingati setiap tanggal 15 September, menyerukan untuk menjaga udara bersih di Kota Palembang agar warga bisa tetap menghirup udara segar yang jika terganggu dengan udara kotor akan melahirkan pelbagai macam gangguan pernapasan maupun melahirkan penyakit pernafasan lainnya. Demikian disampaikan Mularis pada media di kediamannya di Kota Palembang Jum’at (14/09).

Mularis menambahkan, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) pada 31 Juli 2017, karena polusi (haze), kabut akibat proses kondensasi di permukaan (fog) dan kabut karena asap (smoke). Mularis juga menjelaskan sebab kabut di Kota Palembang adalah kebakaran hutan dan lahan  Kota Palembang. “Kebakaran menjadi penyebab paling petama dan utama dalam kehadiran udara kotor di Kota Palembang,” katanya.

Pengusaha sukses Kota Palembang menambahkan sebab lain dari udara kotor adalah asap kendaraan bermotor yang hadir di Kota Palembang. Mularis mengajak warga Palembang untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor pada waktu tertentu dengan penuh kesadaran dan partisipasi aktif warga untuk sama-sama menjaga udara di Kota Palembang bersih untuk dihirup setiap hari.

Selain itu, ucap Ketua DPD Hanura Sumsel ini, kegiatan menanam di setiap tanah kosong sangat bermanfaat untuk menjadikan udara tetap bersih dan segar. “Hobi bercocok tanam yang belakangan banyak ditinggalkan seiring dengan kemajuan Kota Palembang harus kita galakkan kembali. Untuk rumah yang mempunyai lahan memadai bisa menanam lebih dari satu pohon yang nantinya akan menjadi pengurai udara yang kena polusi kendaraan bermotor,” ajak Mularis.

Ajakan Mularis diamini oleh aktivis lingkungan Kota Palembang  Sofyan Daud yang juga mantan aktivis mahasiswa ’98, kampanye kegiatan tersebut untuk menanam pohon di pekarangan rumah yang dilakukan Mularis, adalah kegiatan positif yang harus didukung bersama. Sofyan menambahkan, dirinya bersama komunitas pecinta alam pohon bernama “Tanam Bumi”, pernah melakukan hal serupa, “Tadinya komunitas ini hanya beranggotakan temen-temen kuliah yang sama mempunyai hobi mendaki gunung yang sekarang sudah banyak beralih profesi. Perlahan-lahan kampanye menanam pohon di rumah yang kami lakukan mendapatkan perhatian dari beragam profesi,” katanya.

Sofyan menambahkan, menanam pohon di pekarangan rumah bisa mendatangkan manfaat berupa buah-buahan jika sedari awal menanam pohon berbuah. “Kami suka berbagi suka cita ketika melihat pohon pertama kali berbuah. Bahkan kami sering mengadakan kumpul bareng sambil tukar-tukaran hasil bumi dari tanaman yang kami tanam di pekarangan rumah,” katanya.

“Pekarangan rumah bisa menjadi solusi merawat udara bersih, bahkan mendapatkan buah segar yang bisa langsung dikonsumsi oleh kita,” pungkasnya. (Fid/AJ)