Indopolitika.comCalon presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tim pemenangan, para kader PDI-P dan partai koalisi pengusungnya, untuk mengawal hasil perolehan suara pemilihan presiden di Banten.

“Kedatangan saya ke sini untuk memastikan bahwa suara yang telah kita dapat tidak berubah. Setelah kita cek hasil rekapitulasi di atas, hasilnya sama dengan yang ada di media dan ‘quick count’,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan ke Kantor DPD PDI P Banten di Serang, Rabu, (16/7).

Ia meminta tim relawan untuk memantau dan mengawal hasil suara di Banten serta terus diikuti, supaya jangan sampai ada satu suara pun yang hilang.

“Kita ingin memastikan suara yang didapat tidak berubah. Kita tunggu tanggal 22 Juli pengumuman dari KPU, namun tetap perlu ‘back up’ data dari TPS, PPS, kecamatan dan kabupaten. Kalau ada apa-apa kita punya bukti,” kata Jokowi di dampingi Ketua DPD PDI-P Banten Ribka Tjiptaning, Plt Gubernur Banten Rano Karno serta dihadiri ratusan kader serta pengurus PDI-P Banten.

Jokowi mengatakan, pihaknya juga harus menyiapkan para saksi untuk menyelesaikan permasalahan. Para saksi yang disiapkan harus menguasai data dan kondisi lapangan serta memiliki keberanian untuk mengantisipasi antisipasi apa-apa yang terjadi.

“Saya dan pak JK juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Banten  atas hasil suara yang diperoleh di Banten. Semua ini adalah hasil kerja keras relawan dan kader partai PDI-P dan koalisi,” katanya.

Selain ke Banten, kata Jokowi, ia juga sudah memantau hasil suara di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hasil pemantauan selama ini  tidak ada perubahan.

“Hasilnya tidak akan berubah asal tidak ada yang berusaha mengutak-atik. Kader saksi, semua masyarakat harus mengawasi. Seperti di Malaysia kita kirim tim, juga di Bangkalan dikirim tim untuk melihat kondisinya seperti apa, masa di 17 TPS kita dapat nol, padahal kita kan punya dewan di sana masa tidak ada satu pun,” kata Jokowi.

Ia mengaku perolehan suara di Banten dengan 43 persen hasil penghitunghan di internal PDI-P, cukup baik dibandingkan hasil survei pertama sebelum pemilihan yang hanya 26 persen.

“Di banten saat survei pertama 26 persen, sekarang hasilnya 43 persen, jadi dua kali lipat ada peningkatan,” kata Jokowi. (ab/ind)