Serang – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tadjuddin berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih membawa manfaat dan kemaslahatan bagi kepenting kemanusiaan, kemajuan peradaban, dan kesejahteraan rakyat Banten mendatang. Demikian kata Amas kepada pers, (20/2/2017)

Selain itu, menanggapi hasil penghitungan Pilgub Banten, Amas mengatakan dibandingkan harus menerima kemenangan dalam sebuah perebutan kekuasaan, menerima kekalahan secara kesatria tentu akan lebih sulit dilakukan. “Para calon perlu mempersiapkan sikap itu sehingga akan mampu menerima bila kemudian ada keputusan siapa yang menang dalam Pilkada,” kata Amas.

Lebih lanjut, Amas juga menyatakan, bahwa komitmen siap menang dan siap kalah adalah komitmen yang telah disetujui oleh para pasangan calon jauh sebelum masa kampanye terbuka dilaksanakan. Itu artinya para pasangan calon sesungguhnya sudah menyadari dalam pertarungan Pilkada harus ada yang menang dan harus ada yang kalah. Para pasangan calon harus siap menerima kekalahan.

“Menerima kemenangan dan kekalahan adalah sikap jujur dan legowo, sehingga akan muncul prilaku positif menang tidak adigung adiguna dan yang kalah tidak terhina,” ujar Amas.

Terkait dugaan kecurangan yang terjadi saat Pilkada, Amas menambahkan, biarkan diselesaikan oleh pihak yang memiliki kompetensi. Dugaan kecurangan tentu saja harus disertai bukti karena jika tidak hanya akan membuat suasana gaduh dan menambah ketidaknyamanan. “Oleh karena itu, masyarakat yang maju dan cerdas tidak akan mau berbuat curang dan atau dicurangi,” ujarnya. (Citra)