Palembang – Calon walikota Palembang 2018 Mularis Djahri mengajak warga untuk taat terhadap hukum yang berlaku, itu adalah prasyarat untuk mewujudkan kota cerdas, demikian ujar Mularis saat menerima silaturahmi para mahasiswa hukum di kediamannya. (10/7/17).

Dalam kesempatan tersebut Mularis memaparkan rencana menjadikan Palembang sebagai Smart City atau Kota Cerdas. “Salah satu syarat untuk jadikan kota cerdas adalah dengan taat pada tools, ikut petunjuk, ikut aturan, taat hukum, ujarnya.

Mularis yang merupakan pengusaha putera daerah yang sukses membangun usaha di daerah sendiri ini,  menegaskan pemahaman dan kesadaran hukum sangat penting sebagai modal hidup teratur. Hidup teratur adalah ciri peradaban tinggi. “Orang di negara-negara maju itu sangat menghormati aturan. Jika harus antre, ya antre. Tak ada serobot dan saling mendahului. Hidupnya tertib. Nah, smart city yang akan kita bangun itu salah satu fondasinya adalah ketertiban, hidup tertib,” jelasnya kepada para mahasiswa.

Menyambut pernyataan Mularis, Anggita Chairina salah satu mahasiswi yang hadir mengatakan, gagasan Mularis untuk ciptakan Palembang sebagai smart city adalah tepat. “Zaman semakin maju, semua serba teknologi, kalau layanan kota masih seba manual dan tradisional, ya akan tertinggal jauh kita. Saya senang ada tokoh lokal mau menduniakan Palembang,” ujarnya.

Anggita juga menambahkan, smart city atau kota cerdas memang harus diawali dengan pembuatan aturan main yang realistis, mudah dipahami, nyaman ditata dan bentuk hukumannyapun memberi efek jera dan takut rugi. Karenanya, ia dan para mahasiswa hukum lain menyambut gagasan itu serta akan membantu ikut memberi masukan soal pembuatan dan atau pengawasan penerapan aturan mainnya. “Membayar pbb misalnya jelas aturan, itu kewajiban. Tapi jika diberi kemudahan untuk menjalankan kewajibannya seperti dengan penggunaan aplikasi yang mudah dan atau ada upaya jemput bola yang sistematis, mekanikal dan ramah, pasti semua akan sama-sama senang,” pungkasnya.