Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali menjadi momentum besar dengan diputuskannya sejumlah hal penting, baik yang terkait dengan internal Golkar maupun eksternal. Salah satunya keputusan besar yang menjadi sorotan utama yaitu pemberhentian sejumlah elite Golkar terkait perseteruan antara kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono.

Sekretaris Steering Committee Munas IX Golkar di Bali, Ula Nukrawati, mengatakan Dewan Pimpinan Pusat Golkar periode 2014-2019 agar mengukuhkan Agus Gumiwang dan Nusron Wahid diberhentikan sebagai anggota Golkar. “Keputusan berlaku sejak tanggal ditetapkan,” kata Ula yang memimpin sidang munas Golkar di Nusa Dua, Rabu (3/12).

Ula, yang membacakan hasil keputusan munas atas instruksi Nurdin Halid sebagai pimpinan sidang, juga mengatakan bahwa munas di Bali menjatuhkan sanksi diberhentikan sebagai anggota Partai Golkar kepada Ace Hasan Syadzily, Lamhot Sinaga, Melchias Markus Mekeng, Agun Gunandjar, Zainuddin Amali, Laurence Siburian, Andi Sinulingga, Leo Nababan, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Ibnu Munzir, Ricky Rahmadi Kusumonegoro, Djasri Marin, dan Juslin Nasution.

Ancaman sanksi tegas juga membayangi kader Golkar lain apabila mendukung munas tandingan yang akan digelar kubu Agung di Jakarta pada Januari 2015.

“Apabila ada munas tandingan dan ada anggota yang terlibat, dia juga akan dikenai sanksi,” kata Kordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar ini.

Ketut Sudikerta, Ketua DPD Golkar Bali mengatakan bahwa pemecatan yang dilakukan Golkar terhadap beberapa kadernya dalam Munas ke IX di Nusa Dua Bali adalah demi menjaga wibawa Partai. Mereka yang dipecat dinilai telah melanggar aturan Partai, sehingga harus diberikan sanksi agar tidak mengurangi kewibawaan Partai di mata anggota.

“Sikap tegas itu perlu untuk menjaga kewibawaan partai. Saya pikir tidak hanya di Golkar, di partai–partai lain juga sama,” kata Sudikerta pada Rabu (3/12/2014).

Langkah pemecatan pernah dilakukan Golkar Bali terhadap salah satu kadernya, yaitu Putu Ayu Sriwigunawati. Langkah ini diambil Golkar Bali karena Wigunawati diketahui memberikan dukungan terbuka kepada pasangan capres lain. (cn/sr/ind)