Museum DPR RI akan menjadi museum modern yang memuat berbagai jenis barang-barang bersejarah mengenai perjalanan Parlemen Indonesia dari masa ke masa. Museum ini diharapkan menjadi wahana pengetahuan dan tempat belajar bagi generasi bangsa dalam mengetahui penyelenggaraan negara oleh wakil rakyat di DPR.

Kepala Bidang Arsip dan Museum Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Lili Trisnaningsih mempunyai misi menjadikan museum DPR menjadi yang modern, yang dapat mempresentasikan dan menggambarkan perpolitikan, demokrasi, dan pembangunan bangsa Indonesia.

“Museum DPR menjadi milik bangsa dan bisa mempresentasikan dan menggambarkan politik dan demokrasi bangsa Indonesia.  Museum DPR perlu dikemas menjadi museum modern,” katanya, saat Forum Group Discussion (FGD) Permuseuman dengan tema “Registrasi, Database dan Dokumentasi Koleksi Museum”, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/3/2016).

Lili Trisnaningsih mengatakan dalam mewujudkan Museum DPR yang modern, selain dukungan sumber daya manusia (SDM), juga diperlukan dukungan Pimpinan Dewan, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), dan Setjen DPR RI.

“Untuk peningkatan dan pengembangan Museum DPR ini yang  kita perlu adalah dukungan SDM dan dukungan dari pihak pimpinan sekertariat Jendral, pimpinan dewan, dan BURT baik secara dukungan politis, rencana strategis, maupun anggaran,” jelasnya.

Menurut Lili, hal itu untuk peningkatan keberadaan museum DPR itu sendiri karena ini akan berpengaruh kepada berkembangnya museum DPR. Hal-hal yang masih jadi kendala yang dihadapi Museum DPR adalah masih terbatasnya ruang museum dan kurangnya SDM.

 “Ruang yang terbatas membuat banyak koleksi museum yang tidak dapat ditampilkan, dan  kuantitas  dan kualitas  SDM perlu ditingkatkan,” mantapnya.

 Sementara, Kepala Bidang Registrasi dan Dokumentasi Museum Nasional Ita Yulita sebagai narasumber dalam FGD tersebut, menilai Museum DPR termasuk museum sejarah yang bisa dikembangkan dengan antusias pengunjung yang semakin meningkat untuk melihat dan belajar mengenai Lembaga Perwakilan Rakyat.

“Keberadaan Museum DPR saya sendiri melihat bagus, karena ini termasuk museum sejarah. Buat saya sebagai pengunjung, saya dapat melihat bahwa bagaimana sih perkembangan parlemen di Indonesia dari masa ke masa,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan datang ke Museum DPR merupakan cara melihat garis besar dalam melihat, mempelajari dan mengerti tentang perkembangan parlemen di Indonesia. “Perasaan saya terhadap museum DPR itu penting buat kemajuan Masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah,” tegasnya.

Lebih Lanjut, Ita Yulita menjelaskan museum DPR ini harus dikemas agar dapat lebih menarik dengan melakukan pengelolaan museum dengan lebih baik dan menelusuri, serta menambah dengan mencari benda-benda atau sesuatu yang memenuhi syarat sebagai koleksi museum DPR,” tegasnya. (pr/ind)