Purwakrta, Indopolitika.com — Hampir setiap tahun, lulusan sekolah menengah atas di Kabupaten Purwakarta selalu bertambah. Sedihnya, dari generasi yang baru lulus sekolah ini jarang yang langsung kuliah. Mereka juga tidak bisa langsung mencari kerja sehingga menjadi pengangguran. Jika hal itu dibiarkan, maka pengangguran akan semakin banyak, ketimpangan lulusan SMA dengan lulusan perguruan tinggi akan semakin lebar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, calon bupati Padil Karsoma punya solusinya.

Padil yang berpengalaman sebagai birokrat di Purwakarta selama kurang lebih 38 tahun ini menjelaskan, para lulusan SMA, SMK, MA atau pesantren itu akan dikursuskan yang secara khusus yang dibuat oleh dinas terkait. Program peningkatan keterampilan khusus ini akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan industri yang ada di Purwakarta dan sekitarnya. “Jadi pendekatannya bukan lagi percontohan dengan mencomot utusan dua atau tiga orang, tapi memang dibuat berkala. Nantinya kepala daerah akan meminta dunia usaha menampung tenaga kerja yang sudah kita latih itu,” ujarnya krpada media, di Purwakarta, Ahad (11/2/2018).

Padil menyatakan pendekatan ini akan berbeda dengan balai latihan kerja yang ada, program akan benar-benar berpijak pada kebutuhan dunia kerja. Disitulah pentingnya komunikasi dan hubungan baik dengan dunia industri dan dunia usaha. Jika dalam triwulan pertama dibutuhkan banyak tenaga administrasi perkantoran maka akan dibuka kursus itu, yang lulus dapat sertifikat dan disalurkan tetapi dunia usaha sendiri yang berhak memilih. Sementara untuk membentuk pengusaha baru, akan dilakukan pendekatan lain. “Bisa keterampilan teknis usaha dan menghubungkannya dengan dunia perbankan atau bisa juga dengan mencarikan mitra usaha,” ujarnya.

Pada intinya, pasangan Padil Karsoma – Acep Maman konsen pada pengentasan kemiskinan dan menekan angka pengangguran di Purwakarta. (ind)