Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Dr. Ir. M. Jafar Hafsah (MJH) meluncurkan buku “Pancasila: Ideologi Berbangsa dan Bernegara” di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Selasa (17/2/2015). Peluncuran buku ini sekaligus memperingati hari ulang tahun politisi Demokrat itu yang ke-66 tahun.

Hadir dalam peluncuran buku itu selain keluarga besar M. Jafar Hafsah, tampak Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Ketua DPD RI Irman Gusman, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad, Wakil Ketua DPD GKR Hemas, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan politisi Demokrat yang lain. Sementara J. Kristiadi dan Yudi Latief hadir sebagai pembahas buku tersebut.

Menurut Jafar Hafsah, buku ini merupakan karyanya yang ke-25. Selama ini Jafar Hafsah lebih dikenal sebagai penulis buku-buku pertanian. Namun, setelah terjun ke dunia politik, Jafar Hafsah banyak menulis buku politik.

Buku “Pancasila: Ideologi Berbangsa dan Bernegara” merupakan buah penulisan ketika menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI dan Ketua Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan.

Jafar Hafsah berpendapat buku tentang Pancasila ini merupakan buku pertama dari empat buku lainnya. Tiga buku lainnya yang masih dalam proses penulisan di antaranya adalah tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita tidak terlalu banyak memiliki literatur tentang NKRI, bagaimana NKRI itu terbentuk. Kita juga tidak punya banyak buku tentang Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Jafar mengakui latar belakangnya adalah pertanian, pernah menjadi birokrat di Kementerian Pertanian. Namun, setelah menjadi Ketua Tim Kajian Ketatanegaraan, dia banyak belajar mengenai konstitusi dan sistem ketatanegaraan. “Banyak hal yang dikaji dalam sistem ketatanegaraan. Termasuk hal-hal yang menjadi kajian menyikapi amandemen kelima UUD,” ujarnya.

Mengapa menulis tentang Pancasila? Jafar Hafsah mengutip sebuah survei yang menyebutkan bahwa Pancasila masih tetap relevan. “Sekitar 79 persen responden mengaku Pancasila masih diperlukan. Sekitar 89 persen responden menyebut kegaduhan yang terjadi karena Pancasila kurang dilaksanakan. Inilah yang melatarbelakangi saya menulis tentang Pancasila,” tambahnya.

Dikatakan, Pancasila telah menjadi energi negara Indonesia. Pancasila ini akan menghantarkan Indonesia sampai ke akhir jaman. Sedangkan isi buku di antaranya mengaitkan Pancasila dengan politik, ekonomi, hukum.

Sementara itu Ketua DPD RI Irman Gusman menyambut baik peluncuran buku ini. “Setiap ulang tahun, Jafar Hafsah selalu meluncurkan buku. Tetapi buku ini tidak berbicara pertanian seperti biasanya, tetapi lebih mendasar lagi, yaitu tentang Pancasila. Ini membuat saya lebih salut lagi kepadanya,” tegas Irman.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly dalam sambutan singkatnya mengungkapkan ketika sama-sama menjadi ketua fraksi di MPR RI terlibat dalam persoalan kebangsaan. “Di MPR kita berbicara soal kebangsaan, bagaimana memperbaiki sistem ketatanegaraan, dan menjaga Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” katanya.

Dalam proses pembahasan, penulisan, dan penambahan referensi itulah menurut Yasonna, Pancasila dikupas agar bisa membumi dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. “Juga bagaimana mengimplementasikan Pancasila dalam Indonesia yang plural, sebagai dasar negara dan perekat bagi Indonesia sebagai negara yang bersatu,” ungkap politisi PDIP itu. (pr/ind)