Fraksi Partai Demokrat berharap pemerintahan mendatang melanjutkan program yang pernah dijalankan Presiden SBY. Karena itu, Demokrat akan mengkritisi kebijakan Jokowi-JK yang dinilai tidak pro rakyat. Demikian ditegaskan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf kepada wartawan di gedung DPR, Kamis 24 Juli.

“Pastinya kita akan di luar jalur pemerintah. Dan kita akan jujur bilamana program tersebut bertentangan dengan rakyat kita kritisi. Tapi bilamana menguntungkan untuk rakyat pasti kita dukung. Kita lihat perkembangan politik ke depannya,” kata Nurhayati.

Dalam acara silaturahmi dan berbuka puasa Fraksi Partai Demokrat dengan wartawan Rabu kemarin, Nurhayati juga menjelaskan fraksinya akan mendukung kebijakan pemerintah yang  pro rakyat. Menurut dia, selama menjadi partai penguasa, sudah menjadi komitmen untuk selalu membela dan mendukung kepentingan rakyat.

“Jadi tidak mungkin Partai Demokrat tidak akan mendukung program-program yang pro rakyat,” jelasnya.

Lanjut Nurhayati, walaupun saat ini Partai Demokrat masih berada di dalam koalisi permanen, namun mereka akan tetap mengawasi jalannya pemerintahan. Partai Demokrat juga tetap akan meneruskan program yang pernah dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya. “Belum tahu. Kita kan belum tahu ini. Nanti kita lihat saja. Kita kan masih dalam koalisi permanen, kan sudah dijelaskan bahwa kita akan tetap seperti sekarang, kita akan tetap melihat, mengawasi jalannya pemerintahan,” kata Waketum Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie menegaskan siap menjadi oposisi. Namun, partai berlambang mercy tersebut tetap akan mendukung program-program pemerintahan terutama yang pro rakyat. “Kita pasti akan dukung. Bukan hanya karena program Pak SBY tapi karena pro rakyat. Siapapun presidennya, termasuk Pak Jokowi, Partai Demokrat akan berada di luar pemerintahan,” kata Marzuki¬† yang juga hadir pada acara tersebut. (rm/ind)