Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan partainya akan terus mendukung pemerintah Presiden Joko Widodo. Ia bahkan menegaskan Partai Golkar akan mengusung Joko Widodo kembali dalam pemilihan presiden 2019.

“Tahun 2019 sangat pendek. Sepanjang rakyat dukung Jokowi, saya akan dukung,” kata Setya di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 19 Mei 2016.

Setya juga sesumbar dia dan Golkar siap membela Jokowi. “Ini pernyataan saya selaku ketua umum, tolong dicatat,” katanya.

Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Bali, 15-17 Mei 2016, merekomendasikan Partai Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dengan koalisi pemerintahan. Musyawarah menetapkan Setya Novanto sebagai nahkoda baru Partai Golkar. Aburizal Bakrie ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina yang nantinya bisa memberi rekomendasi calon presiden yang akan dicalonkan Partai Golkar.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik Pusat Kajian Islam & Pancasila Yudha Firmansyah ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, sikap partai tersebut merupakan dinamika politik biasa, yang bisa jadi merupakan ekses langsung dari munaslub yang dilaksanakan baru-baru ini dalam artian politik transaksional atau mungkin karena tidak ada figur internal yang dianggap bisa menyaingi Presiden Jokowi dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2019.

Berikutnya kita lihat saja perkembangan dan sikap politik Partai berlambang beringin ini kedepan apakah konsisten dengan pilihannya atau tidak, karena jelas politik sangat dinamis dan tidak ada yang pasti dalam politik, tergantung isu dan perkembangan kedepan, imbuh Yudha.