Indopolitika.com Partai Hanura seharusnya mengucapkan terima kasih kepada Hary Tanoesoedibjo atas jasa-jasanya mendongkrak suara partai Hanura pada pemilu legislatif 2014.

Mundurnya pengusaha media massa tersebut dan pindah ke partai Gerindra disinyalir karena tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan partai termasuk dalam menentukan arah koalisi.

“Saya tak dapat membayangkan bagaimana Hanura tanpa Hary Tanoe. Apa mungkin masih lolos PT (parliamentary threshold)? Atau senasib dengan PBB?,” kata Pengamat Politik Indrawan SH Rabu, (21/5/2014).

Salah satu jasa Hary Tanoe adalah totalitasnya dalam mendukung Partai Hanura mulai dari pendanaan, sosialisasi media sampai mobilisasi dukungan.

“Dia juga turun ke lapangan bersama Wiranto. Baru kali ini sosialisasi politik Hanura semarak. Iklan di TV tiap hari ada,” ujarnya.

Indrawan mengibaratkan Hary Tanoe seperti habis manis sepah dibuang.

“Kalau mendua, tidak mungkin menampakkan diri di pihak Prabowo. Saya pikir ini ilmu sederhana. Bilang aja habis manis sepah dibuang,” ujar Indrawan.

Sebagaimana diberitakan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo ketahuan menghadiri rapat kubu Prabowo Subianto di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/5/2014) lalu.

Rapat tersebut diikuti empat parpol pengusung Prabowo yakni Gerindra, PKS, PPP, dan PAN. Hal ini diperkuat lagi dengan penyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon Hary Tanoesoedibjo bergabung ke poros Gerindra. (Ind)