Indopolitika.com – Penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) yang mengerucut ke Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) direspons positif oleh pasar meskipun belum ada gerakan yang masif.

Roy Pudyo Febrianto, Development Manager PT Millennium Penata Future Surabaya, mengatakan positifnya pasar tersebut memang bukan karena faktor Jokowi effect. “Melainkan karena dengan telah ditetapkannya pasangan capres-cawapres yang akan bertarung pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang telah memberikan gambaran kepada pasar akan figur calon pemimpin lima tahun mendatang,” kata Roy di Malang, Selasa (20/5/2014).

Pasar (investor) saat ini juga tengah menunggu hasil pemilihan presiden mendatang, yang dinilai lebih urgen dengan terbentuknya susunan kabinet. Dari situ nantinya akan diketahui sejauhmana arah kebijakan perekonomian dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Selain itu dengan terbentuknya kabinet, pasar juga bisa berharap banyak  akan penyelesaian sejumlah persoalan utama seperti perekonomian, penegakan hukum, serta pemberantasan korupsi. “Dengan terbentuknya kepemimpinan baru yang didukung kabinet yang ideal maka harapan indeks bisa menembus level psikologis 5.000 bisa tercapai,” jelas dia.

Sementara itu, 2014 juga dinilai sebagai tahun politik. Kondisi tersebut membuat investor juga lebih menahan diri untuk berinvestasi. Apalagi pelaksanaan pemilihan presiden yang berdekatan dengan puasa, lebaran, dan tahun ajaran baru, juga menjadi faktor bagi investor untuk menahan berinvestasi.

Kondisi itu membuat Millenium pada 2014 hanya mematok pertumbuhan di kisaran 10%-15% jika dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya mencapai kisaran 40%-60%.

“Tahun politik membuat investor memilih untuk hold (menahan), karena itu sepanjang 2014 target yang kami patok hanya sebesar Rp5-Rp10 miliar atau turun dibandingkan 2013 yang mencapai Rp15 miliar,” ujarnya.

Yurianto, Pemimpin PT Asuransi Jiwa Manulife Cabang Malang, mengatakan kinerja penghimpunan premi asuransi jiwa di Kota Malang pada kwartal I/2014 juga terimbas faktor politik. “Tren cenderung melambat karena konsumen masih menunggu perkembangan peta politik,” tambah dia.

Dengan situasi politik yang berkembang saat ini masyarakat cenderung untuk menahan minat berasuransi. Diperkirakan situasi akan kembali membaik setelah pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang atau memasuki Kwartal II/2014. (bisnis)