Indopolitika.com  Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengimbau kepada seluruh masyarakat Tangsel agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana pasca-hari pemungutan suara di Pilpres 9 Juli lalu.

Ia berharap Kota Tangsel tetap aman dan damai. Perkembangan politik belakangan ini, menurutnya agak memanas, menyusul banyaknya perbedaan pendapat dalam pelaksanaan Pilpres. Ia khawatir perbedaan pendapat tersebut, akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tadi.

“Untuk itu saya berharap di tingkatan bawah dalam hal ini masyarakat, justru ikut membantu mendeteksi jika ada potensi-potensi negatif. Kita harus mempercayakan kepada pihak penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU, PPK dan PPS untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik,” ujarnya, Minggu (13/7/2014).

Ia menambahkan, biar bagaimana pun, penyelenggara Pemilu-lah yang memiliki kekuatan yuridis formal dalam setiap keputusannya. Bagi seluruh partai politik yang ada, sebisa mungkin untuk tidak reaktif, dan masing-masing tokoh yang memiliki massa pendukung untuk menahan diri dan bisa menjaga perdamaian.

“Kita harus memberikan kepercayaan kepada penyelenggara Pemilu. Karena saya berkeyakinan mereka akan bekerja dengan jujur,” paparnya. “Saya selaku kepala daerah tidak ingin di Tangsel terjadi konflik antar-masyarakat dampak dari Pilpres ini,” ujar Mantan Putri Pariwisata itu.

Airin juga terus berkoordinasi dengan instansi atau lembaga yang merupakan bagian dari Gakumdu, seperti pihak kepolisian dan panwaslu. Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, atas nama kepala daerah memohon agar menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian di Kota Tangsel.

“Apalagi sekarang dalam suasana Ramadan.” tutup Airin. (ind)