Indopolitika, Palembang. Pemilihan kepala daerah gubernur Sumatera Selatan baru akan digelar tahun 2018 mendatang. Kendati demikian, aura Pilkada sudah terasa dengan munculnya sejumlah baliho atau spanduk berisikan gambar dan nama bakal calon.

Direktur Lembaga Survei Stratak Indonesia M Ch. Umam mengatakan, tingginya animo terhadap Pilkada salah satunya karena Gubernur Sumsel saat ini, Alex Noerdin, tak dapat lagi mencalonkan diri.

“Mereka merasa bukan challenger (penantang), sehingga masing-masing merasa punya kesempatan terbuka mencalonkan diri, dengan berbuat sedini mungkin,” kata Umam dalam rilisnya beberapa saat lalu.

Menurut Umam, meski di pihak petahana masih ada Wakil Gubernur Ishak Mekki yang hampir pasti mencalonkan sebagai gubernur, tapi posisinya tak sekuat Alex Noerdin. Hal ini terkomfirmasi dengan hasil survei lembaganya bulan Juni 2016.

“Secara popularitas, Ishak Mekki bahkan kalah populer dari Syahrial Oesman dan Herman Deru. Popularitas Ishak Mekki kurang lebih hanya 60 persen,” urainya.

Sedangkan secara peluang, lanjutnya, jika pemilihan gubernur dilakukan hari ini maka Herman Deru dianggap publik paling pantas pimpin Sumsel.

“Tingkat kelayakan Herman Deru 24 persen, Syahrial Oesman 15 persen, Ishak Mekki 11 persen dan Aswari Rivai 10 persen. Nama lain di bawah 6 persen,” paparnya.

Salah satu alasan Herman Deru paling layak pimpin Sumsel ialah publik menilai mantan Bupati Oku Timur itu pemimpin yang merakyat, baik, bersih dan berpengalaman. Herman Deru juga dianggap publik mampu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Di antaranya masalah infrastruktur yang belum memadai. Terutama di daerah luar Palembang, soal konektivitas jalan dan lain-lain,” ungkapnya.