Indopolitika.com  Sebanyak 215 pemantau asing siap meninjau pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di sejumlah daerah di Tanah Air pada Rabu (9/7) mendatang.

“Kami mengapresiasi kehadiran teman-teman pemantau, terima kasih untuk kepeduliannya. Kalau banyak pemantau seperti ini, kami yakin Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan berlangsung jujur, adil dan transparan,” kata Komisioner Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU Pusat Jakarta, Senin, (7/7).

Untuk mempersiapkan dan memfasilitasi pelaksanaan peninjauan Pilpres, KPU bersama perwakilan lembaga yang membawa para pemantau asing tersebut menggelar rapat koordinasi.

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengatakan di hadapan para pemantau asing bahwa pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden menjadi hajatan penting yang berlangsung sekali dalam lima tahun.

“Khusus untuk Pemilu nasional, presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif, Negara menjamin keterlibatan warga negaranya di luar negeri untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Husni.

Oleh karena itu, lanjut dia, KPU bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri memfasilitasi pemilih di luar negeri dengan membentuk 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN), baik di kantor kedutaan maupun konsulat jenderal.

Sebanyak 215 pemantau asing tersebut akan meninjau pelaksanaan di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur.

Ratusan pemantau tersebut berada di bawah koordinasi International Foundation for Electoral System (IFES), Institute for Peace and Democracy (IPD) dan Kemenlu, Stiftung Fur Die Freiheit, International IDEA-Asia and the Pacific Regional Program, PT Indra Indonesia Menara BCA, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) serta Asian Network for Free Elections (ANFREL) Foundation. (Ant/ind)