Indopolitika.com Juru bicara pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) Anies Baswedan mengatakan ketulusan sejumlah musisi Tanah Air mendukung Jokowi-JK menunjukkan masih banyak orang Indonesia yang tidak bisa dibeli atau disogok dengan uang.

“Kehadiran kita di sini membuktikan bahwa masih banyak orang Indonesia yang tidak bisa dibeli dengan rupiah. Mereka bukan tidak bernilai, tapi tak ternilai harganya, dan itu sebabnya saya atas nama tim Jokowi-JK menyampaikan apresiasi,” kata Anies saat menghadiri ‘Deklarasi Revolusi Harmoni untuk Revolusi Mental’, di Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Sejumlah musisi seperti Slank, Giring Nidji, musisi kawakan Ian Antono, Fadjroel Rahman, Oppie Andaresta, mantan vocalis Boomerang Roy J Coniah, Krisdayanti, Kikan mantan vokalis Band Cokelat, Marcello Tahito atau Ello, dan politisi PAN Wanda Hamidah.

Mereka menyatakan dukungannya bagi Jokowi-JK. Para musisi menggelar konser kecil-kecilan yang dihadiri ribuan massa untuk menyatakan sikap atas dukungannya itu.

Anies mengharapkan kesadaran serupa meluas. Masyarakat menurut dia, perlu memandang politik sebagai sebuah kegiatan saling mempercayai. “Jokowi-JK sudah memulai (politik berdasarkan kepercayaan), mari kita membesarkannya,” ujarnya.

Lebih jauh Anies mengatakan, para artis dan seniman memiliki makna penting sebagai garda terdepan penjaga aktivitas kreatif di Indonesia. Sehingga dukungan para musisi bermakna luar biasa dan diharapkan akan berdampak positif dari sisi elektoral Jokowi-JK.

“Yang jelas kami bangga dan terharu karena ketulusan para seniman mendukung ini. Karena mereka bergerak bukan karena rupiah, tidak dibayar, tapi karena panggilan hati,” papar Anies,”

“Dan itu membuat kami makin percaya, bahwa yang dikerjakan pendukung Jokowi-JK adalah sebuah gerakan karena panggilan hati. Dan ini pembeda yang penting sekali untuk Jokowi-JK,” tandas Anies. (l6/Ind)