Pembatalan pembelian mobil dinas Mercedes-Benz untuk kabinet Jokowi-Jusuf Kalla menyebabkan adanya alokasi anggaran yang tidak terpakai. Di dalam APBN-P 2014, alokasi anggaran untuk pengadaan mobil dinas menteri itu mencapai Rp 104 miliar.

Sekretaris Menteri Sekretaris Negara, Taufik Sukasah menyatakan, anggaran yang akhirnya tidak terpakai itu akan dikembalikan ke negara. “Akan kami kembalikan ke Kemenkeu karena tidak terpakai,” ujar Taufik dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Taufik mengungkapkan, pemerintah memang sudah menetapkan Mercedes-Benz Indonesia sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp 91,94 miliar. Jumlah itu untuk pengadaan 72 unit Mercy tipe E Class 400.

Namun, pemerintah dan pihak perusahaan otomotif asal Jerman itu belum sampai tahap meneken kontrak. Sehingga, Taufik mengklaim anggaran mobil dinas sama sekali tak terpakai.

“Karena belum dilakukan kontrak, tidak ada sedikit pun anggaran yang keluar untuk kendaraan,” ujar Taufik.

Sebelumnya, pemerintah sudah membatalkan rencana pembelian mobil dinas Mercy untuk menteri-menteri pemerintahan Jokowi-JK. Pembelian mobil Mercy ini batal karena rencana pengadaan mendapat banyak respon negatif.

Selain itu, pengadaan ini juga ditolak mentah-mentah oleh Jokowi. Jokowi mengaku tidak menginginkan para menterinya menggunakan mobil mewah sebagai kendaraan dinasnya. Jokowi pun telah menyampaikan langsung keberatannya itu ke Mensesneg Sudi Silalahi. (tbn/ind)