Pengamanan Rekapitulasi Suara Nasional Cukup Diserahkan Kepada Pihak Kepolisian

TNI sebaiknya fokus kepada tugas utamanya, menjaga pertahanan negeri. "Dengan cara seperti itu, kita akan dapat melihat rekapitulasi yang aman, damai, dan bebas intimidasi," ujar Ray Rangkuti


Indopolitika.com  Pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum yang selama tiga hari ke depan akan menggelar rekapitulasi suara nasional, sebaiknya cukup diserahkan kepada kepolisian. Masing-masing kubu cukup mengawasi rekapitulasi di basis masing-masing.

“Para pemimpin massa dapat diutus untuk langsung melihat rekapitulasi di KPU, tentu setelah melalui registrasi KPU,” ujar Pengamat Pemilu, Ray Rangkuti, di Jakarta, Sabtu (19/7/2014).

Tak hanya itu, Ray pun menilai unsur TNI juga tak perlu dilibatkan dalam pengamanan. TNI sebaiknya fokus kepada tugas utamanya, menjaga pertahanan negeri. “Dengan cara seperti itu, kita akan dapat melihat rekapitulasi yang aman, damai, dan bebas intimidasi,” ujarnya.

Sejauh ini pun, Ray menilai KPU bekerja secara independen, transparan, dan partisipatif. Belum ada tanda-tanda bahwa KPU misalnya akan mempersulit atau mengistimewakan capres tertentu. Baca juga: Ray Rangkuti: Pengumpulan Massa di KPU Hanya Membuat Nama Indonesia Buruk

“Jadi pada dasarnya belum ditemukan tanda-tanda adanya kelompok-kelompok tertentu yang akan melakukan intimidasi terhadap KPU, atau merencanakan membuat tindakan kekacauan,” tuturnya. (pr/ind)

Next post Jika Ingin Gugat Hasil Pilpres ke MK, Sebaiknya Tim Hukum Capres Siapkan Materi Perkara

Previous post Ray Rangkuti: Pengumpulan Massa di KPU Hanya Membuat Nama Indonesia Buruk

Related Posts