Presiden terpilih Joko Widodo mengaku terpaksa akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah dilantik 20 Oktober mendatang. Hal itu dilakukan supaya mengurangi defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menanggapi pernyataan Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi itu, Pengamat Politik dari Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan,  seharusnya Jokowi tak perlu ragu untuk menaikan harga BBM. Menurutnya, dengan menaikkan harga BBM, Jokowi malah akan semakin populer.

“Jokowi tak perlu takut citranya akan turun dengan menaikkan harga BBM. Justru Jokowi harus bisa meyakinkan publik, bahwa hal itu dilakukan agar kerja pemerintah baru bisa berjalan dengan baik,” kata Veri Muhlis saat dihubungi, Jum’at, (29/8/2014).

Veri menilai, isu sensitif soal kenaikan harga BBM merupakan ujian bagi pemerintahan Jokowi-JK kedepan, apakah Jokowi-JK mementingkan pencitraan atau kerja. Apalagi, harga BBM dinaikkan guna mengurangi jumlah defisit anggaran.

“Jika tidak menaikkan BBM akan menghambat pekerjaan kenapa harus takut?,” pungkas Veri. (ind)