Tangerang – Belum lagi tuntas rekapitulasi suara pemilih secara manual berjenjang, pilkada Banten dibuat gaduh dengan ramainya tuduhan curang yang dilontarkan Rano Karno kepada kubu Wahidin Halim.

Kemungkinan besar itu terjadi karena hasil quick count banyak lembaga survei menempatkan Pasangan Rano-Embay di urutan buncit. Hal sama terjadi pada penghitungan real count KPU secara elektronik dimana Pilkada Banten bisa dipastikan telah dimenangkan oleh pasangan Wahidin-Andika dengan selisih sebanyak 88.000 lebih suara dari pasangan Rano Embay.

Peneliti Lembaga Survei Stratak Indonesia (LSSI/Stratakindo) Octarina Soebardjo mengatakan keunggulan telak Wahidin-Andika di Kota Tangerang memang sudah terbaca sejak amat lama. “Sedari awal kami menyelenggarakan survei pilkada Banten, posisi WH selalu unggul telak di Kota Tangerang,” ujar Octarina kepada media (19/2/2017).

Octa menambahkan, perolehan suara WH-Andika yang amat dominan di Kota Tangerang bukan suatu keanehan. Bila merujuk pada sejarah pelaksanaan pilkada di Kota ini, justru perolehan suara Wadhidin sekarang ini malah menurun. Pada pemilihan Walikota Tangerang tahun 2008, Wahidin meraih suara 89,4 persen. Sedangkan pada Pilkada Gubernur Banten tahun 2011, Wahidin memperoleh suara sebesar 72,79 persen.

“Bila dibandingkan dari dua Pilkada sebelumnya, perolehan suara WH justru turun. Saya kira Rano dan tim strategi serta para ahli yang ada di belakangnya harus jujur secara ilmiah dan sewajarnya menempatkan Kota Tangerang adalah lumbung suara atau basisnya WH. Itu kalau Rano menyelenggarakan survei berkala, kecuali gak pernah survei sama sekali dan buta peta kekuatan,” pungkasnya.

Sementara itu saat dihubungi melalui saluran telpon, ahli strategi politik Banten, Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan kemenangan WH-Andika ini sudah diprediksinya jauh hari. “Saya sudah amat lama memprediksi pilkada ini akan dimenangkan Wahidin-Andika. Itu karena Wahidin memang punya prestasi dan pengalaman memerintah sedangkan Andika punya jaringan pemenangan yang solid dan terlatih. Tidak ada yang aneh dengan kemenangan ini, yang aneh kalau sebaliknya,” demikian ujar direktur Lembaga Survei dan Kantor Konsultan Politik Konsepindo Research & Consulting itu.

Veri menambahkan kemenangan Wahidin di Kota Tangerang terjadi karena kinerja dan prestasinya yang sudah dirasakan oleh rakyat Kota itu.

“WH itu tak terbantah adalah Bapak Pembangunan Kota Tangerang. Silakan cek ke bawah, tanya rakyat di sana. Jadi kalau Rano tidak tahu itu, ngapain aja waktu jadi gubernur kemaren,” ujarnya.

Sementara kemenangan pasangan itu di Kabupaten Serang, Veri menilai hal itu juga wajar. “Daerah itu merupakan basis kekuatan keluarga Andika. Jika melihat pada potensi yang dimiliki pasangan ini, seharusnya Wahidin-Andika itu unggul telak di banyak kabupaten-kota di Banten. Itu karena parpol pengusung yang banyak, kepala daerah yang berasal dari parpol pengusung dan seabreg alasan lain, jadi kemenangan hanya di dua daerah ini sebenarnya buruk,” tutupnya. –

 

(nggi/red)