Jakarta – Peta politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) semakin memanas. Terbaru Partai Golkar telah melabuhkan pilihannya kepada pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.

Hal tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) pencalonan terhadap pasangan tersebut. Padahal, desas-desus awal, partai berlambang pohon beringin ini, santer akan mengusung kader internalnya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan peluang Dedi Mulyadi untuk maju dalam pesta demokrasi di Jabar masih terbuka lebar. Pasalnya, masih ada PDI Perjuangan, PKS dan beberapa partai lainnya yang belum mengeluarkan keputusan resmi.

Menurut Hendri, PDI Perjuangan harus “tangkap” Dedi Mulyadi sebagai bakal calon Pilgub Jabar. Mengingat, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu merupakan sosok yang potensial.”PDIP harus “tangkap” Dedi Mulyadi sebagai calon yang diusung. Ini kandidat serius yang bagus, saya hingga saat ini masih takjub sama Golkar yang santai melepas Dedi Mulyadi,” kata Hendri Seperti yang dikutip dari laman Okezone, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Saat ini, kata Hendri konstelasi politik Jabar masih cair. Hal itu salah satunya,menurut Hendri lantaran menunggu sikap dari PDIP dan PKS. Apalagi, partai berlambang banteng itu saat ini pemilik kursi terbanyak.

Sedangkan, PKS merupakan partai pengusung petahana gubernur dan wakil gubernur saat ini. Dengan adanya peta politik itu, Hendri memprediksi bila kedua partai tersebut bersatu maka bisa membuat kubu lawan manapun “gigit jari”.”Bila dua partai ini (PKS dan PDIP) kemudian memutuskan saya yakin konstelasi berubah,” ujar Hendri.

Terkait seberapa besar kemungkinan PKS dan PDIP “kawin” di Pilgub Jabar, Hendri menyebut terbuka lebar. Namun, seluruh keputusan tetap berada di tangan Dedi Mulyadi.”Tergantung Dedi pendekatan ke partai dan partai pendekatan ke dia (Dedi),” tutup Hendri.