Beredar petisi berisi desakan agar Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) HM Sani tak maju pada pemilihan gubernur 2015. Dalihnya, usia Sani saat ini sudah memasuki 73 tahun sehingga dianggap tidak efektif lagi memimpin Kepri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Relawan Kepri Bersatu Khairul  mengatakan, masyarakat tak perlu hirau dengan petisi yang diunggah di situs change.org itu. Pasalnya, isi petisi tak dapat dipertanggungjawabkan karena dibuat atau diunggah oleh akun anonim.

“Tidak jelas ‘Putera Kepri’ itu siapa. Secara moral tidak dapat dipertanggungjawabkan, banci dan menyesatkan,” katanya dalam pertemuan dengan sejumlah organisasi pemuda Kepri di Batam Centre, Rabu (4/3).

Menurutnya, dengan menggunakan akun anonim sebenarnya yang bersangkutan telah melanggar ketentuan komunitas change.org. Dalam ketentuannya disebutkan, antara lain, anjuran untuk tidak menggunakan identitas orang lain. Pengguna akun haruslah orang-orang nyata yang dapat dikonfirmasi keberadaannya.

“Mestinya tidak dizinkan meng-upload petisi itu. Apalagi memuat isi yang mengarahkan kebencian pada seseorang berdasarkan usia. Jelas tidak boleh,” ujarnya.

Ia berpendapat, kemunculan petisi itu merupakan bentuk manuver politik calon terntentu yang nanti bakal berhadapan dengan HM Sani. Namun sayangnya, lanjut Khairul, manuver itu kurang cerdas dan tidak bertanggungjawab sehingga berpotensi membuat keruh keadaan. “Kalau mau jujur, Jusuf Kalla kemarin nyalon wakil presiden 72 tahun. Tidak ada tuh petisi macam-macam?” tegas tokoh muda Kepri ini.

Sebelumnya, pengamat politik Kepri Raja Dachroni mengingatkan bahwa pemilihan gubernur bukan semata-mata soal usia. Lebih penting dari itu, kemampuan, visi-misi dan program seorang calon mestinya jadi pertimbangan utama. Karena itu, ia berharap setiap calon gubernur dapat mengedepankan persaingan sehat serta mencerdaskan masyarakat.

Sementara itu, belum lama ini HM Sani juga telah menanggapai isu yang sudah beberapa bulan ini digulirkan. HM Sani tidak peduli disebut terlalu tua ikut pemilihan kepala daerah 2015 karena berniat mengabdi kepada masyarakat.

“Saya tidak terganggu dengan rumor itu. Seperti puisi yang saya suka, kalau Anda punya semangat, punya mimpi, Anda berarti belum tua,” kata Muhammad Sani dalam bincang sarapan pagi bersama masyarakat Kecamatan Batam Kota di Batam Kepri saat itu.

Ia mengaku masih sehat dan kuat untuk menjalankan tugas-tugas sebagai gubernur. Bahkan, dalam beberapa  kegiatannya yang sangat padat dan bisa dijalani dengan baik.

“Saya tahu diri saya sendiri, saya masih bisa,” kata dia meyakinkan.

Sani mengatakan baginya, inti sebuah jabatan adalah berguna bagi orang lain, tidak hanya untuk diri sendiri.

“Buat saya tidak ada kepentingan apapun. Sayang rasanya, kampung saya di sini. Saya lahir di sini, saya bermimpi sampai akhir khayat masih bisa membantu, ingin berbuat sebanyak mungkin untuk masyarakat,” kata dia.

Pria kelahiran Kundur 11 Mei 1942 itu mengaku tidak ada resep khusus bagi kesehatannya, selain menjaga hati dan mengedepankan silaturahmi.

Ia percaya silaturahim dapat membuat panjang umur dan murah rezeki seperti yang diajarkan dalam Islam.

(kk/ind)