Indopolitika.com  Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bakir Ihsan mengatakan, pertarungan dua calon presiden (Capres) masih imbang. Keduanya sama-sama kuat. Pasalnya, dua kandidat Capres sama-sama punya visi-misi yang konstruktif untuk masa depan Indonesia.

Namun bila dilihat dari kemampuan komunikasi publik, Prabowo lebih genuin ketimbang Jokowi. “Pertarungan antar dua kandidat presiden berimbang berdasarkan dua hal. Pertama, dalam adu pandangan atau debat antar kadindat masing-masing menunjukkan visi dan misi yang konstruktif bagi transformasi Indonesia ke depan. Bedanya, Prabowo menunjukkan kemampuan ratorika dan alur pemikiran yang lebih genuin. Tanpa teks, formula pemikiran Prabowo menunjukkan kapabilitas dan kemampuan intelektualnya. Sejatinya Jokowi bisa melakukan hal yang sama, khususnya di bidang-bidang yang terkait langsung dengan dunia yang ditekuninya, misalnya dalam bidang ekonomi (bisnis) atau bidang pemerintahan,” kata Bakir, Selasa (24/6).

Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah itu menambahkan, dari hasil berbagai lembaga survei, dua calon presiden tersebut elektabilitasnya masih bersaing. Dimana, swing voters jumlahnya masih cukup signifikan. Kedua, kata Bakir, dalam hal elektabilitas, berdasarkan beberapa survei, Jokowi masih di atas Prabowo. Namun, tren Jokowi stagnan atau menurun, sedangkan Prabowo terus naik. “Peluang untuk memenangkan kontestasi ini masih terbuka lebar, karena adanya swing voters yang relatif signifikan bila mampu dimaksimalkan mengarahkan dukungannya,” pungkasnya. (siarnusa/ind)