Jakarta – KPU sudah selesai menghitung riil formulir C1 Pilgub Banten. Berdasarkan data resmi KPU, Kamis (23/2/2017) Pasangan nomor urut 1, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy meraih suara terbanyak 2.405.832 (50.93℅) dan pasangan nomor urut 2, Rano Karno-Embay Mulya Syarif mendapat 2.318.238 (49.07℅). Rekapitulasi data bersumber dari 16540 TPS dari total 16.540 TPS (100℅).

Data KPU di atas menunjukkan bahwa WH-Andika unggul 87.594 suara atas petahana Rano Karno-Embay. “Angka 87.594 adalah angka signifikan, angka kemenangan”, demikian menurut Agus Maulana, pengamat politik dari Konsep Indonesia, Jakarta (23/2/2017). Agus melanjutkan, selisih dari segi persentase memang tipis, kurang dari 1 persen, namun dari segi suara cukup meyakinkan.

Merujuk data KPU, pasangan petahana unggul di 6 wilayah dari 8 wilayah di Provinsi Banten dan kalah di 2 wilayah ( Kabupaten Serang dan Kota Tangerang). Atas dasar ini Agus menjelaskan “inilah hebatnya Pemilu di Indonesia, benar-benar dipilih secara langsung. Kita tidak mengenal istilah electoral college seperti Amerika. Jika meniru model electoral college, Rano Karno yang menang, namun kita menganut pemilihan langsung secara murni, kandidat yang memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang”. Lanjut Agus, dalam kontestasi elektoral semisal Pilkada, selisih tipis atau lebar sama saja.

Terkait adanya tudingan bahwa ada kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis, Masif) yang dilakukan pasangan WH-Andika, Agus berpendapat bahwa tudingan tersebut sulit diterima jika penantang melakukan kecurangan TSM. “Biasanya, laporan kecurangan TSM diajukan oleh penantang, ini malah sebaliknya. Apakah mungkin penantang melakukan itu?”.

Buntut kekalahan petahana di Kabupaten Serang dan Kota Tangerang, PDIP mencopot jabatan ketua DPC Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi dan ketua DPC Hendri Zein. Pencopotan Ida Rosida dari DPC Kabupaten Serang mengacu surat keputusan nomor: 220/KTPS/DPP/II/2017, sedangkan Hendri Zein nomor: 221/KTPS/DPP/II/2017. Kedua surat keputusan ini ditandatangani Ketua PDIP Megawati Soekarnoputi, dan Sekjen Hasto Kristiyanto, Jumat, 17 Februari 2017. Surat tersebut menetapkan Asep Rahmatullah sebagai Plh Ketua DPC Kabupaten Serang, dan Ananta Wahana sebagai Plh Ketua DPC Kota Tangerang. Atas pencopotan ini Agus berpendapat bahwa ini bentuk reaktif dari PDIP selaku parpol petahan.

“Pencopotan ini kan bisa diterjemkan bahwa PDIP mengakui bahwa Rano-Embay kalah di dua wilayah itu.” Namun lanjut Agus, kemenangan Pilkada ditentukan oleh hitung manual yang berjenjang. KPU Banten akan melakukan hitung manual pada 25-27 Februari, lalu dilakukan rapat pleno untuk menetapkan pemenangnya. “Kita tunggu hasil rapat pleno, nanti kita bisa tahu siapa yang ditetapkan sebagai pemenang. Dan yang terpenting saya berharap, semua Paslon dan semua timnya menepati janji sewaktu masa kampanye, siap menang dan siap kalah.” Pungkas Agus.